Dirut Jatim Expo Surabaya Minta Maaf Pasar Seni Lukis Batal Digelar, Sebut Ada Salah Administrasi

Dirut Jatim Expo Surabaya Minta Maaf Pasar Seni Lukis Batal Digelar, Sebut Ada Salah Administrasi.

Tayang:
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Dirut PT Gedung Expo Wira Jatim (GEWJ), Arief Wisnu Cahyono 

Dirut Jatim Expo Surabaya Minta Maaf Pasar Seni Lukis Batal Digelar, Sebut Ada Salah Administrasi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Gedung Expo Wira Jatim (GEWJ) pengelola gedung JX International berharap Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) XII tahun 2019 tetap bisa terlaksana di Gedung JX Internasional, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT GEWJ Arief Wisnu Cahyono menanggapi kabar dibatalkannya pelaksanaan PSLI XII tahun 2019.

Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar, Padahal Persiapan Sudah Dilakukan Sejak Januari Lalu

Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar Tahun Ini, Gegara Kecewa Manajemen Pengelola Gedung

Arief pun juga menyampaikan permohonan maaf kepada M Anis selaku Ketua Sanggar Merah Putih sebagai penyelenggara PSLI.

"Kami ingin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Pak Anis karena ada kesalahan administrasi di internal. Saya tidak bisa menjelaskannya secara detail tapi kami mengakui ada kesalahan" ucap Arief, Kamis (22/8/2019).

Arief berharap PSLI tetap terselenggara karena PSLI menurut Arief juga sangat penting untuk mendukung seni lukis konvensional ditengah persaingan dengan digital.

Nantinya secara teknis PT GEWJ akan bertemu dengan PSLI untuk mencari solusi yang tebaik agar PSLI bisa tetap terlaksana.

"Harus ketemu dulu soal waktu penyelenggaraan nya kapan, tapi kami upayakan tetap pada bulan Oktober bersamaan dengan ulang tahun provinsi," kata Arief.

Terkait uang sewa yang dikabarkan naik dari Rp 330 juta termasuk PPN 10 persen menjadi Rp 770 juta belum termasuk PPN menurut Arief tidaklah benar.

Menurut Arief angka Rp 330 juta sudah disepakati, namun surat penawaran baru diajukan beberapa hari terakhir.

"Kalau angka insyaallah tidak berubah. Secara administrasi terjadi kekeliruan karena penawaran itu harusnya awal-awal," kata Arief.

"Itu (Rp 770 juta) surat penawaran dari kami, lalu keluar surat konfirmasi angka pasti setelah negosiasi (Rp 330 juta)," lanjutnya.

Sebelumnya, M. Anis memastikan bahwa penyelenggaraan PSLI tahun ini dibatalkan.

Alasannya, pihak panitia mengaku kecewa dengan perubahan sistem manajemen pengelolaan di JX International di  Surabaya.

Anis mengatakan, hari Selasa kemarin dirinya sudah menyampaikan surat pembatalan PSLI itu kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa di Gedung Negara Grahadi.

"Dalam surat itu saya sampaikan permohonan maaf karena kami terpaksa membatalkan PSLI tahun ini. Event itu kami batalkan karena PT Gedung Expo Wira  Jatim sebagai anak perusahaan BUMD PT PWU (Panca Wira Usaha) yang mengelola gedung JX International tidak profesional, tidak beretika, dan sewenang-wenang," ujarnya dalam konferensi pers di Jl Gubernur Suryo, Rabu (21/8/2019).

Anis membeberkan kronologi tindakan pengelola gedung JX International yang ia anggap tidak profesional. 

Dirinya menyampaikan, bulan Juni lalu ia menerima surat konfirmasi dari PT Gedung Expo yang menyebut bahwa PSLI berlangsung sesuai rencana yaitu 11 sampai 20 Oktober 2019.

Tanggal itu memang sesuai dengan booking gedung yang panitia lakukan bulan Oktober tahun lalu. Dalam surat tersebut juga dicantumkan besaran biaya sewa gedung selama 10 hari yaitu Rp 330 juta, termasuk PPN 10 persen.

Tetapi, kata Anis, pada tanggal 6 Agustus, salah seorang staf PT Gedung Expo mengirim pesan melalui WhatsApp, memberitahu kalau PSLI diundurkan menjadi tanggal 18-24 Oktober 2019 karena berkaitan ada pameran properti dan pameran buku Big Bad Wolf (BBW).

"Hari itu juga, pengelola gedung mengirim surat kedua yang isinya secara sepihak menggeser jadwal pelaksanaan yang sudah disepakati bersama. Meraka juga mengurangi  hari pelaksanaan dari 10 hari menjadi 7 hari, dan dengan sewenang-wenang pula menaikkan uang sewa dari Rp 330 Juta termasuk PPN 10 persen menjadi Rp 770 juta belum termasuk PPN. 

Kesewenang-wenangan inilah yang akhirnya membuat pihaknya mengambil keputusan untuk membatalkan pelaksanaan PSLI tahun ini. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved