Persediaan Air Bersih PDAM Menipis, Air Waduk Tinggal Hitungan Hari

Sejumlah sumber air bersih di wilayah Kabupaten Magetan mulai menyusut dengan cepat, tidak hanya Telaga Sarangan, tapi juga Waduk Gonggang,

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis, Air Waduk Tinggal Hitungan Hari
Surya/ Doni Prasetyo
Direktur Tehnik PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Wiyono bersama petugas Operasional Waduk Gonggang, Anis Hidayat melihat persedian air di Waduk Gonggang, Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sejumlah sumber air bersih di wilayah Kabupaten Magetan mulai menyusut dengan cepat, tidak hanya Telaga Sarangan, tapi juga Waduk Gonggang, di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

Kedua sumber air bersih ini andalan PDAM Magetan untuk mencukupi kebutuhan air bersih mayoritas warga di wilayah Kabupaten Magetan yang hampir tidak terdapat sumber air, termasuk sumber air dalam.

"Saat ini dari 5500 Kepala Keluarga (KK) yang dipasok air PDAM, 3500 KK diantaranya, air yang mengalir dirumah mereka sudah terganggu," kata direktur tehnik PDAM Lawu Tirto Wiyono kepada Surya, Senin (26/8).

Menurut Wiyono, Waduk Gonggang salah satu sumber air bersih setelah Telaga Sarangan, airnya kini menipis. Air Waduk Gonggang yang tersisa tinggal beberapa hari untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah dan konsumsi. Satu satunya sumber air cadangan andalan PDAM menaikkan volume sumur pompa.

"Bila air Waduk Gonggang habis, satu satunya sumber air andalan PDAM berencana menaikkan volume sumur pompa PDAM. Apabila masih tidak mencukupi, terpaksa melakukan droping air bersih dengan truk tangki," jelas Wiyono kepada Tribunjatim.com.

Dikatakan Dirtek PDAM ini, penyusutan air Telaga Sarangan dan Waduk Gonggang di musim kemarau ini sangat cepat. Tidak seperti perkiraan sebelumnya, kemarau tahun lalu, cadangan air selain Telaga Sarangan dan Waduk Gonggang, masih di sokong dari sejumlah sumber air. Tapi tahun ini, sejumlah sumber itu semua sudah kering.

"Penyusutan air di waduk dan telaga Sarangan sangat cepat. Air Waduk Gonggang setiap hari penyusutan airnya sebanyak 15 centimeter. Kita prediksikan cadangan air Waduk Gonggang ini sampai akhir bulan depan," kata Dirtek Wiyono kepada Tribunjatim.com.

Top Scorer Liga 1 2019 hingga Pekan 16, Didominasi Pemain Asing, Alex Dos Santos Goncalves Memimpin

Viral di IG, Siswa Tidur di Bangku Kelas Saat Ada Guru di Sidoarjo, Kepsek Sebut Bukan Jam Belajar

5 Fakta Menarik Balapan MotoGP Inggris 2019, Terjadi Kecelakaan Hebat sampai Lahirkan Juara Baru

Sementara petugas operasional Waduk Gonggang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Anis Hidayat, cepatnya penyusutan air Waduk Gonggang dikarenakan rusaknya pintu keluar atau "out flow" sejak setahun lalu.

"Cepat susutnya air waduk ada beberapa sebab, selain karena sumber air utama dari atas senakin kecil, ditambah rusaknya pintu out flow itu,"kata Anis Hidayat kepada Surya, Senin (26/8).

Seperti diketahui Waduk Gonggang yang dibangun diatas lahan seluas 12 hektare, memliki kapasitas volume tampungan mencapai 2.400.000 meter kubik. Waduk Gonggang dibangun dengan dana sebesar Rp 64 miliar, dari sumber pemerintah pusat dan daerah.

Waduk Gonggang dibangun untuk keperluan irigasi, penyediaan air baku, PDAM, dan pengendalian banjir. Waduk Gonggang ini mengairi ratusan hingga ribuan hektare tanah pertanian di empat Kecamatan yaitu Poncol, Parang, Lembeyan, dan Ngariboyo.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved