Wanita di Magetan Dikurung di Ruang Kecil Selama 5 Tahun, Alami Gangguan Jiwa Ditinggal Suami
Keluarga di Kecamatan Karas melapor terpaksa mengurung Mbah Giyem (55) selama kurang lebih 5 tahun terakhir di kamar sempit.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Keluarga di Kecamatan Karas melapor terpaksa mengurung Mbah Giyem (55) selama kurang lebih 5 tahun terakhir di kamar sempit.
Mbah Giyem disebut mengalami gangguan kejiwaan, sementara keluarganya mengaku tak punya biaya berobat.
"Sebenarnya juga kasihan Si Mbok (Ibu), tapi kalau dibiarkan bebas takut nanti hilang atau mengganggu tetangga,"kata Suharno, anak Mbah Giyem kepada Surya, Selasa (27/8/2019).
Menurut Suharno, Mbah Giyem ini sudah pernah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Ngawi, sekitar dua tahun.
(Dinsos Jombang Ajak Puluhan Orang Gangguan Jiwa Goyang Maumere dan Beri Paket Sembako)
Selama itu Mbah Giyem tidak kunjung sembuh. Akhirnya keluarga memilih menghentikan pengobatan di RSJ itu.
"Kami tidak mampu lagi mengobatkan Si Mbok, karena biaya pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sangat mahal. Kami tidak kuat, lagi pula saya hanya bekerja serabutan,"katanya.
Menurut Suharno, Mbok Giyem itu diketahui menderita gangguan jiwa semenjak suaminya meninggal dunia lima tahun lalu.
"Sejak itu Si Mbok kami kurung di kamar itu. Awalnya mau kami pasung, dengan dibelok kedua kakinya, tapi keluarga lain tidak tega. Akhirnya dibuatkan kamar 2,5 meter persegi itu," jelas Suharno.
Selama dua tahun, keluarga Mbah Giyem sudah menjual harta benda peninggalan suami Mbah Giyem untuk berobat.
"Kami sebetulnya sempat mengajukan keringanan setiap periksa di rumah sakit, namun sampai hari ini tidak berhasil. Dengan alasan persyaratannya kurang,"ujar Suharno.
(Liponsos Keputih Surabaya Bakal Pasang Musik Agar Pasien ODGJ Ingat Asalnya-Usulnya)
Suharno dan keluarganya masih berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan untuk pengobatan Si Mbok-nya, agar bisa sembuh kembali.
"Kami sering mengajukan ke desa, tapi sampai sekarang juga belum ada kelanjutannya. Kasihan Si Mbok, siapa tahu dengan bantuan Pemerintah Si Mbok bisa sembuh,"harap Suharno.
Reporter: Surya/Doni Prasetyo
(Polisi Menangkap Pelaku Teror Pelemparan Batu di Blitar, Ternyata Pelakunya Mengidap Gangguan Jiwa)