Ada Tambahan Fitur Baru pada Laut Nusantara Fase 3, Bisa Hitung BBM dan Tracking Nelayan

Yessie D Yosetya mengatakan, pada aplikasi Laut Nusantara Fase 3, XL Axiata menambah beberapa fitur baru.

Tayang:
Penulis: Ayu Mufidah Kartika Sari | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/AYU MUFIDAH
Peluncuran aplikasi Laut Nusantara Versi 3 di Kantor Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (28/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ayu Mufidah KS

TRIBUNJATIM.COM, BALI - Setelah mengeluarkan aplikasi untuk produktivitas hasil tangkap nelayan, XL Axiata merilis Laut Nusantara Fase 3.

Aplikasi Laut Nusantara Fase 3 hasil kerja sama XL Axiata dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini, merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya.

"Pada aplikasi Laut Nusantara Fase 3 ini, kami bisa memantau secara langsung pada real time siapa saja yang sedang menggunakan aplikasi ini," jelas Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya di Bali, Kamis (28/8/2019).

Yessie D Yosetya mengatakan, pada aplikasi Laut Nusantara Fase 3, XL Axiata menambah beberapa fitur baru.

XL Axiata Resmi Luncurkan Aplikasi Laut Nusantara Fase 3, Nelayan Tak Susah Lagi Cari Ikan di Laut

Dirjen Hortikultura Puji Petani di Kulon Progo yang Sukses Menanam Cabai di Lahan Pasir Laut

Satu di antara sejumlah fitur baru yang dimiliki Laut Nusantara Fase 3, adalah adanya rute nelayan.

Fitur rute nelayan pada aplikasi Laut Nusantara Fase 3 berfungsi sebagai pedoman bagi nelayan yang ingin mencari ikan di sebuah titik lokasi.

Fitur ini diklaim mampu membantu nelayan jika sewaktu-waktu terjadi sebuah insiden saat akan melaut.

"Kalau ada kejadian di laut, misalkan musibah. Kami bisa tahu sebelumnya, nelayan akan ambil rute di sini. Jadi kami bisa antisipasi sebelumnya," jelasnya.

Bukan hanya itu, pada Laut Nusantara Fase 3, terdapat fitur panggilan darurat.

Yessie D Yosetya menuturkan, fitur panggilan darurat dapat berfungsi jika nelayan membutuhkan bantuan.

Setelah Terombang-ambing 11 Jam di Laut, Karjono Selamat dari Tragedi KM Santika Nusantara Terbakar

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Sampang Sambat Hasil Tangkapan Ikannya Merosot hingga Rugi Ratusan Juta

Nelayan dapat mengirimkan informasi kondisi darurat atau SOS kepada admin Laut Nusantara melalui fitur chat.

Admin Laut Nusantara selanjutnya akan meneruskan informasi ini kepada pihak berwenang dalam keselamatan di laut, juga kepada nelayan lain yang ada di sekitar lokasi.

Dia mengatakan, fitur panggilan darurat menjadi langkah nyata XL Axiata dan BROL untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan nelayan.

Peluncuran aplikasi Laut Nusantara Versi 3 di Kantor Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (28/8/2019).
Peluncuran aplikasi Laut Nusantara Versi 3 di Kantor Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (28/8/2019). (TRIBUNJATIM.COM/AYU MUFIDAH)

Menurut Yessie D Yosetya, pengembangan beberapa fitur pada aplikasi Laut Nusantara Fase 3 juga dihasilkan dari kegelisahan nelayan tradisional.

"Dalam fitur ini, ada dari masukan nelayan juga saat dilakukan edukasi dan pendampingan. Contohnya fitur BBM," ucap dia.

Dia menjelaskan, fitur BBM dapat membantu nelayan agar memperhitungkan jarak tempuh melaut.

Ada Kecelakaan Perahu di Jember, Polisi Minta Nelayan Waspada Melaut Karena Angin & Ombak Tinggi

GoPay Gandeng Alfamart Bikin Komunitas GOSIP, Belanja Lebih Mudah dan Hemat Pengeluaran, Cek!

Dengan begitu, nelayan dapat memperhitungkan kebutuhan BBM untuk ke tempat penangkapan ikan.

Untuk memastikan potensi nelayan menggunakan Laut Nusantara Fase 3, XL Axiata terus melakukan edukasi aktif ke masyarakat.

Pada edukasi itu, XL Axiata dan pihak-pihak terkait akan memberikan pendampingan ke nelayan tentang bagaimana penggunaan aplikasi Laut Nusantara.

"Jadi, kami juga ada sesi khusus dengan nelayan dan mendampingi nelayan, bagaimana menggunakan aplikasi ini," jelas Yessie D Yosetya.

"Lalu, bagaimana mereka dapat mengambil manfaat dengan aplikasi ini," ucapnya.

Yessie D Yosetya menyebut, aplikasi Laut Nusantara kini sudah digunakan sebanyak 15 ribu pengguna dari target 20 ribu pengguna hingga akhir tahun 2019.

Nelayan Sumenep Hilang 3 hari Saat Cari Ikan, Keluarganya Sisir Perairan Sapeken Meski Cuaca Buruk

Hal ini, kata dia, menunjukan jika aplikasi Laut Nusantara mulai banyak dirasakan manfaat dan kegunaannya oleh nelayan.

"Ternyata daya tarik aplikasi Laut Nusantara semakin kuat dan meluas di kalangan nelayan Indonesia," ujarnya.

"Dari sistem, kami bisa mendeteksi penggunaannya secara regular oleh masyarakat nelayan di banyak daerah di Indonesia di mana sosialisasi langsung dari kami belum sampai di area-area itu," tambah dia.

"Hal ini juga berarti bahwa masyarakat nelayan Indonesia semakin menyadari arti penting keberadaan teknologi digital untuk membantu produktivitas mereka," imbuhnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved