Satpol PP Lakukan Pendekatan Ekonomi untuk Tutup Tambang Pasir Ilegal di Sungai Brantas Tulungagung

Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa mengusulkan alih profesi untuk para penambang pasir di Sungai Brantas Tulungagung.

Satpol PP Lakukan Pendekatan Ekonomi untuk Tutup Tambang Pasir Ilegal di Sungai Brantas Tulungagung
SURYA/DAVID YOHANES
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jawa Timur, Budi Santosa, Kamis (29/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa mengusulkan alih profesi untuk para penambang pasir di Sungai Brantas Tulungagung.

Sebab aktivitas penambangan yang dilakukan selama ini ilegal, dan mengakibatkan kerusakan yang masif di Sungai Brantas.

“Memang ini berat, dianggap utopis. Tapi saya optimistis, ini idealisme saya,” ucap Budi Santosa seusai bertemu para penambang pasir, Kamis (29/8/2019).

Menurutnya, selama ini penambangan pasir dengan mesin hanya menguntungkan para majikan.

"Para pemilik mesin ini yang kaya raya, bukan warga yang bekerja sebagai buruh mereka," katanya.

Polisi Kesulitan Mengorek Keterangan Istri Penjual Baju di Madiun yang Ditemukan Tewas di Ruko

Terlibat Pungli PPDB 2017, Mantan Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung Divonis 20 Bulan Penjara

Sedangkan jumlah majikan pemilik mesin ini hanya beberapa gelintir orang saja.

“Jumlah mereka sedikit, dan mereka rata-rata bukan warga lokal,” sambung Budi Santosa.

Sebagai langkah awal, Budi Santosa akan melakukan pendekatan kepada para pemilik mesin.

Kemudian kepada tokoh-tokoh yang selama ini menjadi yang dituakan dalam usaha tambang pasir ilegal ini.

Ia yakin, dengan pendekatan akar rumput, nantinya bisa menghentikan aktivitas tambang ilegal yang merusak Sungai Brantas.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved