Di Lamongan Suara Bedug dan Kentongan Tandai Tahun Baru Islam

Tepat pada pukul 17;30;34, WIB, Sabtu (31/8/2019), penabuhan bedug dan kentongan secara bersama oleh Bupati Lamongan Fadeli dan Forkopimda

Di Lamongan Suara Bedug dan Kentongan Tandai Tahun Baru Islam
surya/Hanif Manshuri
nggota Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda), tokoh Islam dan para pejabat Lamongan menabuh bedug dan kentongan menandai pergantian Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijriyah, Sabtu (31/8/2019) petang. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tepat pada pukul 17;30;34, WIB, Sabtu (31/8/2019), penabuhan bedug dan kentongan secara bersama oleh Bupati Lamongan Fadeli dan Forkopimda setempat di simpang tiga Alun-alun menandai pergantian Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijriyah.

Bupati Fadeli dalam refleksi tahun barunya mengajak untuk menandainya dengan terusmemotivasi diri untuk membangun Lamongan.

Hijrah tahun ini menurutnya memerlukan kecepatan berpikir dan bertindak. Karena ekonomi semakin tanpa batas, teknologi semakin maju, demografi berubah.

Tantangannya adalah, kata dia, menata sumber daya sebagai aset paling berharga. “Berbagai hasil pembangunan dan prestasi adalah kerja keras kita semua, masyarakat Lamongan. Dan kita semua bersyukur, Lamongan dan Negara ini tetap aman dan kondusif,” kata dia kepada Tribunjatim.com.

Bupati Fadeli mengatakan waktu adalah hadiah paling indah dari Allah, tiada manusia yang mampu memegangnya.

Hakim Tipikor Perintahkan Jaksa Jemput Paksa Dirut dan Dirut Keuangan PT DPS

Pererat Persaudaraan, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan Jelang Laga Arema FC Vs PSIS Semarang

Puluhan Peserta Ikuti Ujian Profesi Advokat di Malang, Peradi Jamin Tak Ada Titipan

“Sore ini kita menyongsong tahun baru Islam. Mari kita tandai dengan terus memotivasi diri untuk membangun Lamongan,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Dalam momentum tahun baru, dia mengajak sebaiknya dimaknai sebagai semakin berkurangnya waktu bagi semua.

“Semoga waktu kita cukup, untuk menyadari bahwa waktu kita tidak akan pernah cukup. Berupaya dan berdoa mengharap ridho Allah, cukup bagiku Allah sebagai penolong. Semoga masih ada waktu untuk berbuat baik dan membahagiakan sesame,” pungkasnya.

Sementara Sekkab Yuhronur Efendi mengungkapkan penandaan pergantian tahun baru Islam tersebut sebagai bagian drai rangkaian Lamongan Muharram Festival.

Selain juga ada lomba kaligrafi, lomba menulis artikel, dan lomba desain busana muslim yang finalisnya ditampilkan sore itu oleh 22 peragawati.

Selanjutnya ada lomba dan pawai ta'aruf serta lampion oleh 75 lembaga, wisuda 3 ribu tahfidz pada September, dan ditutup Lamongan Bersholawat bersama Majelis Ahbabul Musthofa pada Oktober.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved