Sebelum Menindak KUPVA Tak Berizin, Bank Indonesia Telah Memberi Imbauan untuk Ajukan Perizinan

Sebelum melakukan penertiban KUPVA tidak berizin, KPwBI Provinsi Jawa Timur telah melakukan upaya persuasif melalui imbauan untuk mengajukan izin

Sebelum Menindak KUPVA Tak Berizin, Bank Indonesia Telah Memberi Imbauan untuk Ajukan Perizinan
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Amanlison Sembiring selaku Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebelum melakukan penertiban terhadap pelaku KUPVA tidak berizin, KPwBI Provinsi Jawa Timur telah melakukan upaya persuasif melalui imbauan untuk mengajukan izin ke Bank Indonesia.

Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Amanlison Sembiring selaku Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim.

"Sebelum melakukan penertiban kita telah melakukan uoaya persuasif, seperti antara lain melalui sosialisasi maupun mendatangi lokasi usaha dan meminta pihak-pihak dimaksud untuk menandatangani surat pernyataan yang berisi kesanggupan untuk menghentikan kegiatan usahanya dan segera mengajukan izin kepada KPwBI Provinsi Jawa Timur," kata Amanlison, Rabu (4/8/2019).

BI Sempurnakan Layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia

Bank Indonesia Kerja Sama dengan Pemprov Jatim Fasilitasi Pemotongan Hewan yang Halalan Toyyiban

Kegiatan penertiban, lanjut Amanlison, seperti ini akan dilakukan secara berkelanjutan bersama Polda Jawa Timur dan terus melakukan evaluasi atas kegiatan penertiban dimaksud.

Ke depan KPwBI Provinsi Jawa Timur konsisten akan memantau kegiatan penukaran valuta asing tidak berizin dan akan melanjutkan ke proses hukum apabila terdapat KUPVA yang melakukan tindak kejahatan.

Kepada masyarakat khususnya di Jawa Timur juga dihimbau untuk selalu menggunakan KUPVA yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia.

Tidak hanya itu saja, Amanlison juga berharap agar menginformasikan ke Bank Indonesia terdekat jika menemukan pihak-pihak yang diduga melakukan kegiatan penukaran valuta asing tanpa izin.

"Sedangkan kepada penyelenggara KUPVA berizin kami ingatkan kembali untuk tidak bekerjasama dan bertransaksi dengan pelaku yang tidak berizin," tambahnya.

Bank Indonesia akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melanggar ketentuan dimaksud.

Selanjutnya, dihimbau agar penyelenggara penukaran valuta asing maupun masyarakat berhati-hati apabila terdapat pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan kegiatan penertiban dengan mengatasnamakan Bank Indonesia.

Terhadap hal bahaya ini, Bank Indonesia akan menindak tegas para pelaku tersebut melalui upaya hukum bekerjasama dengan pihak kepolisian.

"Dan untuk mengetahui keabsahan atau legalitas petugas yang melakukan penertiban, masyarakat maupun penyelenggara dapat menghubungi Fungsi Perizinan dan Pengawasan Sistem Pembayaran," tutupnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved