Tingkatkan Pelayanan Publik, 189 Desa di Banyuwangi Teraliri Fiber Optik
Pemkab Banyuwangi terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik hingga ke desa-desa lewat program ”Smart Kampung”.
Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik hingga ke desa-desa lewat program ”Smart Kampung”.
Sejak diresmikan Menkominfo Rudiantara pada Mei 2016, saat ini, 189 desa di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu sudah teraliri internet berbasis serat optik atau fiber optik.
”Salah satu indikator Smart Kampung adalah pelayanan publik dengan pendekatan teknologi informasi, selain juga soal pengembangan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Rabu (4/9/2019).
Dengan program itu pula, lanjut Abdullah Azwar Anas, saat ini inovasi tumbuh subur.
Desa-desa berlomba menampilkan inovasinya.
• 5 Fakta Rowo Bayu Banyuwangi yang Dikaitkan Cerita KKN di Desa Penari, Ada Petilasan Raja Blambangan
• Festival Kampung Digital Banyuwangi, Pamerkan Inovasi Desa Mulai Pelayanan hingga Ekonomi Kreatif
”Ini membuat warga desa semakin mudah dan murah dalam mengakses layanan publik. Kami targetkan ini terus meningkat, kami mengeceknya lewat survei kepuasan publik yang dilakukan per enam bulan,” ujar Abdullah Azwar Anas.
Sejumlah inovasi desa pun ditampilkan dalam Festival Kampung Digital, Selasa (3/9/2019) hingga Rabu (4/9/2019).
Festival ini memamerkan berbagai kemajuan desa hasil inovasi berbasis digital, mulai sektor pelayanan publik, pelayanan kesehatan, hingga ekonomi kreatif.
Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah layanan KIOSK milik Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, yang memuat layanan data dan informasi tentang kependudukan, kesehatan, dan pendidikan.
Dengan sistem ini, warga bisa melakukan layanan mandiri untuk berbagai keperluan hanya dengan memindai KTP pada perangkat yang disediakan.
• Kedubes RI di Kanada akan Promosikan Pariwisata Banyuwangi
• Banyuwangi dan PLN Bakal Konversi Kompor Induksi Buat UMKM, Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
Selain itu, ada aplikasi Siap Cantik (Sistem Alikasi Posyandu dengan Pencatatan Elektronik) milik Desa Genteng Wetan, yang memberi kemudahan bagi pengguna layanan, khususnya ibu-ibu di kampung-kampung untuk melihat perkembangan kesehatan dan mendapatkan tips dan informasi seputar kesehatan.
Abdullah Azwar Anas mengatakan, Festival Kampung Digital juga menjadi sarana referensi bagi seluruh desa untuk saling mereplikasi inovasi.
Itu pula yang dilakukan pada Festival Smart Kampung pada Juli 2019 lalu yang menjadi pestanya inovasi desa berbasis digital.
Saat itu, misalnya juga ditampilkan Sistem Manajemen Desa (SIMADE), inovasi dari Desa Ketapang.
SIMADE adalah sistem administirasi kependudukan tersusun rapi, yang membuat waktu pelayanan masyarakat hanya dua menit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bupati-banyuwangi-abdullah-azwar-anas-menggelar-festival-kampung-digital.jpg)