Cari Putri Pejabat Ngawi Hilang, Satpol PP Magetan Malah Temukan ABG Punk Hidup Layaknya Suami Istri

Cari Putri Pejabat Ngawi Hilang, Satpol PP Magetan Malah Temukan ABG Punk Hidup Layaknya Suami Istri.

Cari Putri Pejabat Ngawi Hilang, Satpol PP Magetan Malah Temukan ABG Punk Hidup Layaknya Suami Istri
SURYA/DONI PRASETYO
Satpol PP Pemkab Magetan gencar razia setelah mendapat informasi putri salah seorang pejabat di Ngawi hilang terbawa komunitas anak punk. 

Cari Putri Pejabat Ngawi Hilang, Satpol PP Magetan Malah Temukan ABG Punk Hidup Layaknya Suami Istri

TRIBUNMAGETAN.COM, MAGETAN - Informasi hilangnya putri pejabat di Ngawi membuat aparat di Pemkab Magetan menambah frekuensi razia di seluruh wilayahnya.

Meski belum berhasil menemukan putri pejabat di Ngawi yang diduga kuat bergabung dengan komunitas anak punk, namun Satpol PP Magetan menemukan sejumlah gadis di bawah umur, yang sudah hidup suami istri.

Polres Magetan Grebek Tiga Petani yang Akan Pesta Sabu, Mengaku Beli Barang Hasil Patungan

Warga Penderita ODGJ di Magetan ini Hanya Dapat Akomodasi dan Berobat di Puskesmas

Butuh Waktu 3 Bulan Polisi Lumajang Ungkap Money Games di Madiun, Bos Sindikat Dijebloskan Tahanan

"Razia yang kami gelar kemarin, belum menemukan anak putri yang dimaksud. Karena selain minim ciri ciri yang ada di anak putri itu, personilisasi menyangkut nama dan foto wajah terbaru, juga tak ada," kata plt Kepala Satpol PP Magetan Andri Rahman H kepada TribunJatim.com, Kamis (5/9).

Dalam razia ini, tambah Andri, anggota Satpol PP berhasil menggaruk tujuh anak punk. Empat anak putra dan tiga putri. Dari ketiga anak putri ini satu diantaranya mengaku sudah menikah syar'i atau nikah sesuai syariat (aturan) Islam.

"Ketiga putri punk yang kami ciduk, ketiganya masih berusia 15 tahun. Salah seorang mengaku sudah menikah syar'i. Ketiga putri itu dua dari Mojokerto dan Cilacap," ujar Andri Rahman.

Ketiga putri punk yang berhasil ditangkap itu mengaku bernama SWA (15) anak warga Jln Nusantara, Cilacap (Jawa Tengah), WS (15) anak warga Desa Mrasih, Pacet, Mojokerto, dan DEM (15) anak warga Desa Kedung Uning, Kecamatan Bangsal Mojokerto.

Dikatakan Andri, razia gabungan ini akan terus dilakukan. Sampai masyarakat merasa aman dan nyaman, tidak ada lagi laporan gangguan di lingkungan hanya karena komunitas anak Punk yang terkesan bersih.

"Jadi perlu diketahui, kami akan terus melakukan razia, bukan karena ada informasi anak hilang, tapi operasi kami punya hak menangani," kata Andri seraya mengatakan, banyaknya anak punk di wilayah Kabupaten Magetan ini seperti mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved