Warga Penderita ODGJ di Magetan ini Hanya Dapat Akomodasi dan Berobat di Puskesmas

Mbah Giyem warga miskin penderita gangguan jiwa hanya dapat bantuan akomodasi dari Dinsos dan berobat di Puskesmas dari Dinas Kesehatan Magetan

SURYA/DONI PRASETYO
Mbah Giyem (55) penderita gangguan jiwa di Magetan dikurung keluarganya di kamar sempit kurang lebih 5 tahun. Keluarganya mengaku tidak lagi punya biaya berobat. Sedang bantuan dari Pemerintah Kabupaten Magetan tidak pernah diterima, Selasa (27/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Mbah Giyem (55) warga miskin penderita gangguan jiwa hanya mendapat bantuan akomodasi dari Dinas Sosial dan berobat di Puskesmas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, dengan persyaratan surat keterangan dari desa setempat.

"Karena Mbah Giyem dari warga miskin, Dinas Sosial hanya bisa membantu biaya transpor, bila mau berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Malang atau Solo (Jawa Tengah), sakitnya itu Dinas Kesehatan (Dinkes) yang berwenang," kata pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sucipto kepada Surya, Rabu (28/8).

Dikatakan Sucipto, persyaratan untuk mendapatkan bantuan dari Dinsos itu, keluarga Mbah Giyem harus meminta surat keterangan tidak mampu serta sakitnya dari desanya.

"Besarnya bantuan biaya transpor antara Rp 500 ribu, hingga Rp 1 juta juga tergantung jarak, rumah sakit yang dituju," ujar Sucipto yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan ini.

Mbah Giyem, tambah Sucipto, tercatat dan belum mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) karena belum masuk kreteria sebagai Lanjut Usia (Lansia) yang dapat dibantu.

LSM di Gresik Temukan Lahan Pertanian di Benjeng Dikeruk, Disebut untuk Diperjual Belikan

Kasus Ayah yang Diusir Anaknya di Kediri, Sang Ayah Gugat Balik Anaknya ke Pengadilan

Pencarian Siswa Tenggelam di Sungai Kalimas Gresik Belum Ada Hasil, Dasar Sungai Keruh Jadi Kendala

"Mbah Giyem usianya belum masuk kriteria sebagai Lansia yang dapat dibiayai dari Program Keluarga Harapan (PKH). Karena untuk bisa dibantu biaya setelah usia 60 tahun keatas, padahal Mbah Giyem saat ini baru 55 tahun. Namun untuk anak Mbah Giyem sudah masuk di daftar penerima PKH," kata Sucipto kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan lewat Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Linkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebutkan, Mbah Giyem warga Dusun Janglengan, Desa/Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan ini tercatat sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan gratis.

"Untuk berobat, Mbah Giyem mulai saat ini bisa berobat gratis di Puskesmas setempat. Atau ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Solo atau Surabaya, atau Ngawi," kata Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Bidang P2PL Dinkes Ny Hariyati
kepada Surya, Rabu (28/8).

Menurut Ny Hariyati, sesuai daya di Dinkes Kabupaten Magetan, penderita ODGJ berat semester II, yang sudah tertangani berjumlah sebanyak 1957 penderita.

"Dari jumlah penderita ODGJ sebanyak itu, seluruhnya, sesuai laporan dan keterangan dari Puskesmas setempat sudah tertangani seluruhnya," jelas Ny Hariyati.

Disebutkan Ny Hariyati, persyaratan untuk biaya berobat warga miskin penderita ODGJ, tidak ada. Hanya surat keterangan tidak mampu dan disebutkan penyakitnya dari desa setempat.

"Prosedur kemungkinan hampir tidak ada, ya hanya surat keterangan (suket) tidak mampu. Setelah menunjukkan suket, sudah bisa mendapat jaminan kesehatan gratis di tingkat Puskesmas," kata Kasi Ny Suhariyati.

Seperti diketahui, Mbah Giyem penderita ODGJ warga Desa/Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan sekitar lima tahun ini di kurung diruang sempit untuk keamanan dirinya. Setelah selama dua tahun berobat di RSJ Ngawi, hingga menghabiskan harta bendanya.

Karena anak Mbah Giyem hanya bekerja sebagai buruh serabutan, yang penghasilan tidak menentu, hingga tidak bisa membiayai berobat Mbah Giyem.

Praktis, selama hampir lima tahun Mbah Giyem sakit, hanya dikurung tanpa berobat. Ironisnya, Mbah Giyem sebelumnya juga tidak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Magetan. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved