Operasi Patuh Semeru Polres Pasuruan, Pria Berkursi Roda ini Bagikan Pengalamannya

Ia memberikan "kuliah pagi" lalu lintas ke para pelanggar lalu lintas yang terjaring razia polisi di Alun - alun Bangil, Kamis (5/9/2019) pagi. Razia

Operasi Patuh Semeru Polres Pasuruan, Pria Berkursi Roda ini Bagikan Pengalamannya
(Surya/Galih Lintartika)
TETAP SEMANGAT : Dana Lesmana saat membagikan cerita dan pengalamannya menjadi korban kecelakaan sampai kehilangan salah satu kakinya. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Dana Lesmana tetap bersemangat membagikan cerita dan pengalamannya. Ia memberikan "kuliah pagi" lalu lintas ke para pelanggar lalu lintas yang terjaring razia polisi di Alun - alun Bangil, Kamis (5/9/2019) pagi. Razia ini merupakan rangkaian kegiatan Operasi Patuh Semeru 2019.

Meski mengenakan kursi roda, Dana tetap menyampaikan pesan - pesan menyentuh ke para pelanggar lalu lintas. Melalui mikrofon, Dana menyampaikan inti pesannya. Dana mengajak semua pelanggar lalu lintas untuk mulai mengubah budaya negatifnya.

Budaya negatif dalam berlalu lintas khususnya. Seperti, berkendara tidak menggunakan helm, kendaraan tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sejenisnya. Jangan sampai menjadi korban kecelakaan sepertinya, apalagi sampai cacat.

Kepada Surya, Dana menceritakan pengalaman yang terjadi tujuh bulan lalu. Saat itu, ia perjalanan pulang dari rumah kekasihnya di Purwosari. Nah , rumahnya di Nongkojajar. Di tengah perjalanan, sepeda motor yang dikendarainya mengalami tabrakan di Cowek, Purwodadi.

"Saya bertabarkan dengan mobil yang melaju dari arah berlawanan. Saya naik, mobil itu turun. Saya pakai helm dan semuanya standar. Saat itu, kondisi jalan memang licin, karena baru saja hujan. Jadi membuat kendaraan mudah tergelincir," akunya.

Ketakutan Hotman Paris Jika Ibu Kota Pindah, Anies Baswedan Ditanya Setuju Atau Tidak: Perlu Dibahas

Hotman Paris Mengaku Takut Ibu Kota Pindah dari Jakarta, Cara Jitu Anies Baswedan Tenangkan Hotman

Beli Pertamax Series di SPBU Pakai Aplikasi LinkAja, Bisa Dapat Cash Back 25 Persen, Coba Yuk!

Dana mengaku sangat menyesali kecelakaan itu. Ia padahal sudah berhati - hati di jalan raya, menggunakan atribut lengkap dalam berkendara. Tapi, takdir berkata lain. Ia menyadari bahwa tuhan memiliki jalan lain atas kejadian yang menimpanya ini.

"Kaki saya kondisinya parah. Makanya harus diamputasi. Saya sekarang hidup hanya dengan satu kaki. Makanya, saya berbagi. Saya ingin, orang bisa sadar dan jangan sampai seperti saya, tidak bisa beraktivitas normal orang pada umumnya. Mudah - mudahan , sedikit kisah dan pengalaman ini bisa bermanfaat," urainya kepada Tribunjatim.com.

Terpisah, Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, memang sengaja menghadirkan korban kecelakaan lalu lintas untuk memberikan pencerahan ke para pelanggar lalu lintas yang terjaring dalam razia pagi ini.

"Kami ingin menyentuh psikologis mereka. Kami ingin ada cerita langsung dari korban kecelekaan. Semoga pengalaman mas Dana, bisa menjadi shock terapi bagi para pelanggar ini," katanya kepada Tribunjatim.com.

Bayu menyampaikan, jika pelanggar sedikit, secara otomatis jumlah kecelakaan akan berkurang. Kecelakaan salah satu faktornya disebabkan karena kurang kesadaran untuk mematuhi tata tertib dalam berlalu lintas. Makanya, banyak terjadi kecelakaan.

Hingga berita ini diturunkan, sudah ada 100 sepeda motor dan 20 mobil yang ditilang. Kendaraan yang terkena tilang, diamankan. Dan pengendaranya akan menjalani sidang di tempat. Setelah itu, mendapatkan pencerahan dari korban kecelakaan. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved