Pabrik Makanan Ringan yang Disegel Polisi di Surabaya, Juga Tak Punya Izin Kelola Limbah B3

Pabrik Makanan Ringan yang Disegel Polisi di Surabaya, Juga Tak Punya Izin Kelola Limbah B3.

Pabrik Makanan Ringan yang Disegel Polisi di Surabaya, Juga Tak Punya Izin Kelola Limbah B3
SURYA/WILLY ABRAHAM
Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Pidek) Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan di dalam gudang makanan ringan tak memiliki izin di Jalan Zamhuri, Rungkut Tengah, Selasa (10/9/2019) 

Pabrik Makanan Ringan yang Disegel Polisi di Surabaya, Juga Tak Punya Izin Kelola Limbah B3

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pabrik makanan ringan yang disegel Polisi di Surabaya karena tidak miliki izin edar dari BPOM.

Selain itu, juga bermasalah karena limbah yang dihasilkan.

Korps Bhayangkara telah menyegel pabrik di Jalan Zamhuri No. 29-31, Rungkut. Beberapa bagian produksi telah diberi garis polisi.

Hasilnya, lima unit oven, satu unit penggorengan dan delapan unit molen bumbu tidak beroperasi. Padahal, dalam sehari mereka mampu memproduksi makanan ringan dengan berbagai varian rasa itu dalam jumlah besar.

Pabrik Makanan Ringan Tanpa Izin yang Disegel Polisi Sudah Beroperasi Setahun, Omzetnya Miliaran

Polisi Segel Pabrik Makanan Ringan Anak di Rungkut Surabaya, Tak Punya Izin Edar BPOM

Polisi Gerebek Industri Makanan Ringan yang Mengandung Tawas dan Bumbu Kedaluwarsa di Sidoarjo 

Namun, dari sejumlah merk yang terlanjur dikonsumsi oleh anak-anak di Surabaya itu tidak memiliki izin edar. Polisi akhirnya mengambil sampel lalu dikirim ke BPOM untuk mengetahui kandungan bahan dan bumbu yang digunakan apakah aman dikonsumsi untuk manusia khususnya anak-anak.

Ternyata, selain tidak memiliki izin edar, PT Usaha Sehati Jaya (USJ) milik AH itu juga bermasalah terkait limbah.

"Iya benar, selain tidak memiliki izin edar juga masalah limbah," tegas Kanit Tindak Pidana Ekonomi Polrestabes Surabaya AKP Teguh Setiawan, Selasa (10/9/2019).

Lanjut Teguh, perusahaan tersebut mengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tidak memiliki izin. "Kita ambil sampel oli bekas dalam satu botol ukuran kurang lebih 600 Ml," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengambil sampel dari makanan ringan dikirim ke BPOM untuk diperiksa.

"Sampai detik ini izin edar belum ada. Seharusnya belum wajib diedarkan. Karena makanan yang sudah di produksi ini harus dimasukkan ke BPOM untuk diperiksa bahan-bahannya, bumbu-bumbunya apalah aman dikonsumsi manusia khusunya anak-anak," terangnya.

Kini, pemilik pabrik itu, AH sedang diperiksa polisi untuk dimintai keterangan sembari menunggu hasil dari BPOM.

Pabrik miliknya ini terancam ditutup. Sedangkan pemilik akan diancam dengan UU no 18 tahun 2012 pasal 142, jo pasal 102 jo pasal 103 jo pasal 109.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved