Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Luncurkan 8 Program Inovasi Online, Ini Sambutannya

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya luncurkan 8 program inovasi online. Ke delapan program inovasi online tersebut diciptakan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/kukuh kurniawan
Peluncuran delapan program inovasi online oleh Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Kamis (12/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM. COM, SIDOARJO - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya luncurkan 8 program inovasi online.

Ke delapan program inovasi online tersebut diciptakan untuk memberikan pelayanan yang bagus kepada masyarakat dan juga mewujudkan birokrasi yang bersih dalam melayani.

Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan program inovasi itu terdiri dari beberapa macam. Salah satunya Sistem Manajemen Mutu Pelayanan Integrasi BBKP Surabaya atau disingkat Simpel Insu.

"Simpel Insu sendiri merupakan wujud integrasi dari enam dokumen terkait pelayanan publik. Yaitu SPP (Standar Pelayanan Publik), SNI ISO 9001:2015 /Pelayanan, ISO/IEC 17025:2017/Laboratorium, SNI ISO 37001:2016, Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan ZI WBK WBBM. Dan dengan Simpel Insu ini diharapkan pelayanan sertifikasi karantina hewan dan tumbuhan dapat dilakukan secara cepat, tepat, aman, konsisten, transparan dan akuntabel," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (12/9/2019).

Selai itu ia juga menjelaskan guna mendukung penerapan Simpel Insu tersebut, BBKP Surabaya meluncurkan tujuh inovasi berbasis online baik yang bersifat internal maupun eksternal.

"Kalau internal, dibuat untuk manajemen kantor dan yang eksternal untuk masyarakat. Yang internal terdiri dari empat program aplikasi online terintegrasi melalui Sistem Aplikasi Layanan Interval ProgEv sedangkan eksternal terdiri dari tiga program aplikasi online yang juga terintegrasi lewat Sistem Aplikasi Layanan Eskternal Q-Cak (Quarantine - Comprehensive, Accurate, and Knowledge)," tambahnya.

Adapun keempat program aplikasi online layanan internal tersebut terdiri dari Sistem Informasi Realisasi Anggaran (SIRIANG), Sistem Informasi Perjalanan Dinas & Keuangan (NADIKU), Online Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (I - Kemas), dan Sistem Informasi Cuti Pegawai (Cutari).

Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Melepas Ekspor Sarang Burung Walet

Ortu SD di Jombang Keluhkan Pengadaan Seragam Sekolah, Harus Bayar Rp 100 Ribu

Polisi Masih Selidiki Limbah Berbahaya di Tepi Jalan Tuban, Tunggu Hasil Uji Lingkungan Hidup

"Sesuai dengan namanya pasti fungsinya juga berbeda. Ambil contoh Cutari yang fungsinya adalah sistem pengajuan cuti berbasis online mulai dari pengajuan, persetujuan hingga monitoring cuti pegawai," tambahnya.

Sedangkan untuk aplikasi online layanan eksternal sendiri adalah terdiri dari Sistem Informasi Laboratorium Karantina (Lab - Q), Sistem Informasi Antrian Pelayanan Karantina (Cek Antrianku), dan Sisten Informasi Karantina Hewan (Info Kawan).

Sementara itu, pelaku usaha ekspor menyambut positif inovasi yang telah diluncurkan oleh BBKP Surabaya.

"Tentunya kita sangat terbantu sekali dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh BBKP Surabaya. Karena dengan begitu mempermudah pelaku usaha untuk melakukan karantina dan ekspor," jujur Manajer Customer Service PT. BISI Internasional, Feri Gunawan.

Ia berharap agar berbagai inovasi itu dapat makin banyak serta makin berkembang.

"Kalau sementara masih ada tiga inovasi untuk masyarakat. Ke depannya mungkin pihak BBKP Surabaya bisa menambah jumlah inovasinya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved