Bupati Jember Tengok Bayi Ganteng yang Dibuang Orang Tuanya

Bupati Jember Faida menengok bayi laki-laki yang dibuang di Desa Serut, Kecamatan Panti pada 25 Agustus lalu. Bupati Faida menengok bayi

Bupati Jember Tengok Bayi Ganteng yang Dibuang Orang Tuanya
sri wahyunik/surya
Kondisi bayi yang dibuang dan telah ditengok Bupati Jember Faida 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Faida menengok bayi laki-laki yang dibuang di Desa Serut, Kecamatan Panti pada 25 Agustus lalu. Bupati Faida menengok bayi itu di RSD dr Soebandi Jember, Jumat (13/9/2019).

Bayi laki-laki itu sudah 18 hari berada di rumah sakit milik Pemkab Jember itu. Kedatangan Bupati Faida itu untuk memastikan kondisi bayi itu sebelum diserahkan ke pihak UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Jawa Timur di Sidoarjo.

Rencananya pihak Dinas Sosial Jember akan bertemu dengan pihak UPT PSAB pada Senin (16/9/2019) pekan depan. Bayi yang dibuang itu akan diserahkan kepada UPT PSAB, dan diasuh di tempat itu.

"Hari ini saya menengok bayi yang ditelantarkan oleh orang tuanya ini. Kondisinya sehat, makin ganteng. Sudah 18 hari di RSD dr Soebandi," ujar Bupati Faida usai menjenguk bayi itu kepada Tribunjatim.com.

Bupati Faida mengaku sangat sedih mengetahui nasib sang bayi. Dia mengecam orang yang telah menelantarkan bayi itu.

Arema FC Vs Borneo FC, Para Pemain Kenakan Pita Hitam di Lengan untuk Kenang BJ Habibie

Nurul Ghufron Tetap Akan Ikuti Presentasi Visi dan Misi Bacarek Universitas Jember

Selidiki Kasus Penemuan Bayi di Panti Jember, Polisi Berkoordinasi dengan Bidan Desa

"Kenapa tega sekali menelantarkannya. Sampai saat ini orang tua maupun keluarga belum terlacak. Juga tidak ada satupun orang yang mengaku sebagai saudara bayi ini," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Karenanya setelah bayi itu dinyatakan sehat dan kuat, bayi itu diserahkan ke Dinas Sosial Jember. Selanjutnya, perawatan dan pengasuhan dilakukan olwh UPT PSAB. Sebab Kabupaten Jember tidak memiliki lembaga yang mengasuh anak telantar. Karenanya Pemkab Jember bekerjasama dengan Pemprov Jatim.

"Termasuk jika nanti ada yang pingin ngadopsi bisa berhubungan dengan pihak PSAB. Semoga anak ini menjadi anak yang kuat, berguna, dan hebat," tegas Bupati Faida kepada Tribunjatim.com.

Perempuan bupati pertama di Jember itu juga sedang memikirkan nama bayi malang itu.

Diberitakan Surya sebelumnya, pada akhir Agustus lalu ditemukan sesosok bayi di sebuah pekarangan di Desa Serur Kecamatan Panti. Bayi dibuang ditempatkan di sebuah kardus air mineral. Bayi itu hanya dibungkus selendang dan handuk, tanpa baju. Saat ditemukan, terlihat tangan dan kakinya sudah membiru. Beruntung bayi itu masih hidup saat ditemukan seorang pencari kayu. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved