Breaking News:

Pemakaman Fuad Amin, Warga Sekitar Makam Sediakan Air Mineral untuk Pengiring Jenazah

Lantunan kalimat tauhid berkumandang iringi jenazah Fuad Amin yang diusung dari Masjid Agung Jalan A Yani menuju Pesarean Syaichona Cholil

SURYA/AHMAD FAISOL
Putra almarhum Fuad Amin, R Moh Makmun Ibnu Fuad (Ra Momon), dua adiknya; Bupati Bangkalan R Abd Latif Amin Imron (Ra Latif), R Imron Amin (Ra Ibong) berada di ujung depan mengangkat keranda jenazah Ra Fuad ketika hendak memasuki Masjid Agung Jalan A Yani dari rumah duka Jalan Letnan Mestu Kelurahan Kraton, Selasa (17/9/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Lantunan kalimat tauhid berkumandang iringi jenazah Fuad Amin yang diusung dari Masjid Agung Jalan A Yani menuju Pesarean Syaichona Cholil (Mbah Cholil) di Desa Martajasah Kecamatan Kota.

Rombongan pengantar jenzah almarhum Fuad Amin ini datang pada Selasa (17/6/2019) sekitar pukul 09.45 WIB.

Nampak putra almarhum Fuad Amin, R Moh Makmun Ibnu Fuad (Ra Momon), dua adiknya; Bupati Bangkalan R Abd Latif Amin Imron (Ra Latif), R Imron Amin (Ra Ibong) hingga beberapa keponakan seperti KH Nasih Aschal, dan KH Hasani Zubair.

Dari masjid di barat Alun-alun Kota itu, ribuan warga dan santri dari sejumlah pondok pesantren di Bangkalan itu berjalan kaki sejauh 4 Km memadati jalur-jalur menuju Komplek Makam Mbah Cholil.

(Heboh Pemakaman Fuad Amin, Para Santri di Bangkalan Berebut Ceceran Bunga Melati dari Keranda)

Dimulai dari Jalan A Yani, Jalan KH Moh Holil, Jalan KH Zainal Alim, Jalan Sidingkap, dan berakhir di Komplek Pesarean Syaichona Cholil.

Iring-iringan ribuan warga mencapai sejauh kurang lebih 3 Kilometer. Beberapa di antaranya berjalan tanpa alas kaki di bawah terik matahari.

Mereka meninggalkan sandal di halaman masjid usai Salat Jenazah.

Pantauan Surya di pinggir jalan sepanjang jalur-jalur tersebut, warga di sekitar lokasi masjid dan pemakaman menyediakan dua hingga lima kardus air mineral kemasan gelas.

Hj Ismaniya (55), pemilik toko kelontong di sekitar Komplek Pesarean Mbah Cholil mengungkapkan, dirinya menyediakan dua kardus air mineral kemasan gelas plastik untuk para pengiring jenazah Fuad Amin.

"Sejak dulu kalau ada keluarga dari Syaichona Cholil (Mbah Cholil) wafat, warga langsung sediakan air," ungkapnya kepada Surya.

Ya, Almarhum Fuad Amin memang terhitung sebagai cicit dari Syaichona Cholil (Mbah Cholil).

(Makam Fuad Amin di Madura Dipadati Warga, Warga Berebut Sentuh Keranda, Keluarga Kalang Kabut)

Air mineral itu tak hanya dijadikan pelepas dahaga para pengiring jenazah.

Tetapi juga digunakan untuk membahasi aspal dengan harapan mengurangi panas pada telapak kaki para pengiring jenazah.

Reporter: Surya/Ahmad Faisol

(Fuad Amin Imron Wafat, Ketua DPRD Sumenep: Ra Fuad Dekat Dengan Gus Dur, Saya Bangga)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved