Guru Mata Pelajaran di Sampang Masih Kurang, Kemenag Sebut Banyak Pengajar Menumpuk di Satu Mapel

Kepala Kemenag Sampang Pardi mengakui, jumlah guru jika berdasarkan mapel masih kurang.

Guru Mata Pelajaran di Sampang Masih Kurang, Kemenag Sebut Banyak Pengajar Menumpuk di Satu Mapel
NET
Ilustrasi ASN. 

TRIBUNMADURA.CO, SAMPANG - Jumlah guru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Madura dinilai cukup.

Namun, jika berdasarkan mata pelajaran (mapel) ternyata tergolong masih kurang.

Kepala Kemenag Sampang, Pardi mengakui, jumlah guru jika berdasarkan mapel masih kurang.

Hal itu disebabkan banyaknya guru yang menumpuk di satu mapel.

Seragam Gratis SMA/SMK Negeri di Sampang Tak Kunjung Dibagikan, Dindik Sebut Masih Tahap Lelang

Sehingga di mapel lainnya kondisinya kosong alias banyak yang tidak ada tenaga pengajarnya.

"Kekurangan guru itu bisa dilihat dari sisi konten mapel, sedangkan kurang dalam artian tidak ada orangnya yang menguasai mata pelajaran tertentu tapi berlebih di bidang lain," ujarnya kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), Kamis (19/9/2019).

Untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya melakukan konsultasi dengan tenaganya yang ada di pengawas dan menggunakan standar mapel yang serumpun.

Program TKI Gratis Tak Diminati Masyarakat Sampang, Disebut Diskumnaker Mayoritas Pilih Jalur Ilegal

"Jadi kami menyiasatinya dengan mengganti guru yang masih satu rumpun mapel, misal mapel geografi gurunya tidak ada, maka kami ambil guru IPS," jelasnya.

Untuk diketahui, jumlah guru di dalam naungan Kemenag Sampang, yakni Madrasah Aliyah (MA) terdapat 1.035 yang terdiri dari PNS dan swasta, sedangkan guru PNS sekitar 45 orang.

Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sampang Menurun, Dinas Kesehatan Beberkan Faktor Penyebabnya

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved