22 Ribu Peserta PBI JIK di Pamekasan Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan: Sudah Tak Lagi Penuhi Syarat

BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan menyatakan telah menonaktifkan 22.625 peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan.

22 Ribu Peserta PBI JIK di Pamekasan Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan: Sudah Tak Lagi Penuhi Syarat
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Agung Kurniawan (kanan) saat di ruang kerjanya di Kantor BPJS Kehesatan Cabang Pamekasan, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUNMADURA.CO, PAMEKASAN - BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan menyatakan telah menonaktifkan 22.625 peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JIK) sejak 1 Agustus 2019.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Agung Kurniawan mengatakan, pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2019 tentang Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta PBI JK Tahun 2019 Tahap Keenam.

Selain itu, kata Agung Kurniawan, penonaktifan kartu PBI JIK KIS BPJS Kesehatan dilakukan karena peserta tidak lagi memenuhi syarat kepesertaan.

Geruduk DPRD Jatim, Ribuan Buruh Tolak Kenaikan Iuran BPJS, Sebut Alasan Defisit Tak Bisa Diterima

"Contoh kasusnya adalah ada peserta yang NIK KTP-nya belum tercatat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," kata Agung Kurniawan kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com) saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/9/2019).

Lebih lanjut, Agung Kurniawan mengatakan, sesuai surat putusan Kementerian Sosial RI kartu KIS milik warga Pamekasan ada 22.625 ribu peserta yang dinonaktifkan.

Kemudian diganti dengan yang baru sebanyak 52.687 ribu peserta.

22.625 ribu peserta KIS BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan tersebut sudah tidak bisa mengakses kartunya di pelayanan kesehatan mana pun.

KIS Diblokir BPJS Kesehatan, Abd Salim Harus Bayar Operasi 35 Juta, Keluarga Cuma Punya Rp 100 Ribu

"Peserta dapat dijamin kembali menggunakan dan menjadi peserta dengan syarat mendaftarkan diri dan keluarganya ke Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan agar menjadi peserta PBI APBD yang iurannya dijamin pemerintah daerah (Pemda)," ujar Agung Kurniawan.

"Kalau pendaftaran atau pembaruan peserta KIS itu dalam setahun ada dua (2) kali pembaharuan. Namun untuk keputusan tergantung Kemensos," sambung dia.

Agung Kurniawan menjelaskan, misal nanti ada salah satu warga Pamekasan yang kebetulan tidak tahu bahwa dirinya sudah tidak lagi masuk daftar peserta KIS putusan dari Kemensos, maka dia akan mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan setempat saat mendaftar sebagai pasien.

BPJS Cabang Surabaya Sebut 727 Ribu Lebih Peserta Program JKN-KIS Sudah Ditanggung APBD

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved