Breaking News

Sungai Bengawan Solo Surut Bikin Tanah Longsor, Puluhan Rumah di Lamongan Rawan Ambles

Sungai Bengawan Solo Surut Bikin Tanah Longsor, Puluhan Rumah di Lamongan Rawan Ambles.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
SURYA/HANIF MANSHURI
Kondisi tanah yang mengalami longsor di Dusun Gendong Kecamaran Laren Jawa Timur, Sabtu (21/9/2019) 

Sungai Bengawan Solo Surut Bikin Tanah Longsor, Puluhan Rumah di Lamongan Rawan Ambles

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tujuh rumah terancam rusak akibat tanah tempat berdirinya rumah warga di Dusun Gendong Kecamatan Laren Lamongan mengalami longsor yang cukup parah.

Tanah tempat berdiri rumah warga itu terus tergerus setelah ditinggalkan air Sungai Bengawan Solo yang surut akibat musim kemarau hingga kini terus meluas, dari semula panjang 500 menjadi 600 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter.

Ada Tim Satgas Anti Mafia Bola di Laga Persela Lamongan vs Arema FC, Beri Arahan pada Wasit & Panpel

Offroad Gabungan Polisi & TNI Lamongan Cegah Karhutla di Hutan-hutan, Beri Sosialisasi ke Masyarakat

Sinyal Rekom PKB untuk Cabup Lamongan Diarahkan ke Sholahuddin, Aspri Wapres Terpilih

Akibatnya sebanyam 23 jiwa penghuni 7 rumah itu terancam kehilangan tempat tinggal. Longsornya tanah warga ini berlangsung sejak 14 September. Bahkan mengakibatkan 1 bangunan tempat ibadah dan 7 rumah warga rusak.

Tak ingin mengalami kejadian yang bisa mengancam jiwa mereka, warga terpaksa membongkar rumah mereka yang sudah sejak puluhan tahun ia huni agar tidak ikut hanyut bersama material tanah saat terjadinya longsor susulan.

Sementara sisa-sisa bekas bangunan rumah dimanfaatkan untuk membuat rumah semi permanen yang jaraknya jauh dari lokasi longsor.

Kepala Dusun Gendong Muntholib (48) kepada TribunJatim.com, Sabtu (21/9/2019) di lokasi mengatakan, longsor yang terjadi itu semakin meluas.

Untungnya saat bencana longsor itu terjadi, tidak sampai ada rumah yang hanyut.

"Tidak ada rumah warga hanyut saat terjadi longsor, hanya mengalami kerusak saja," ungkap Muntholib.

Agar tidak sampai hanyut, warga berinisiatif membongkar dan mengevakuasi barang-barang rumah tangga ketempat yang lebih aman.

Warga terkena musibah, mereka terpaksa menumpang di rumah kerabatnya, untuk sementara waktu.

Sedangkan sebagian diantaranya membuat rumah semi permanen di tanah desa. "Ada yang numpang, seperti salah satu warga yang rumahnya sudah dibongkar ini harus tinggal numpang pada kerabatnya" ungkapnya.

Longsor yang terjadi, juga tak membuat sebagian warga ikut mengungsi, meski ada puluhan rumah yang bakal terancam.

Sebagian diantara mereka masih mendiami rumahnya, meskipun potensi longsor susulan bakal menerjang tempat tinggal mereka.

Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, ratusan warga yang saat ini masih tinggal di lokasi rawan longsor, diminta untuk tetap waspada.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved