Polsek Tegalsari Surabaya Amankan Ganja 2,5 Kg, Tangkap Dua Pengedar

Dua pemuda bisnis barang haram diamankan Polsek Tegalsari, Surabaya. Barang bukti seperti ganja, sabu dan pil dobel L, inex langsung diamankan.

Polsek Tegalsari Surabaya Amankan Ganja 2,5 Kg, Tangkap Dua Pengedar
Willy Abraham/Tribunjatim
Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Adi Tama didampingi Kanit Reskrim Iptu Kenardi sedang menanyai Faruq dan Didik dua pengedar Narkoba di Surabaya, Minggu (22/9/2019). Foto : Willy Abraham 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua pemuda bisnis barang haram diamankan Polsek Tegalsari, Surabaya. Barang bukti seperti ganja, sabu dan pil dobel L, inex langsung diamankan.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Adi Tama mengatakan, awalnya petugas menangkap Didik terlebih dahulu di depan Tunjungan Plaza (TP), Kamis (19/9/2019) pukul 02.00 wib.

Warga Ambeng-Ambeng Watangrejo RT 02/RW 01, Duduksampeyan gresik ini kedapatan membawa pil inex dan sabu-sabu.

Didik mengaku bertugas sebagai kurir, saat ditangkap dia membawa 45 butir dan delapan klip sabu. Barang haram itu diambil dari seseorang operator yang berada di Manyar, Gresik.

"Kita kembangkan sampai ke Gresik. Mereka jaringan Lapas terkait lapas mana mereka masih bungkam," ujarnya di Mapolsek Tegalsari, Minggu (22/9/2019).

Polsek Tegalsari Surabaya Ungkap Ganja 2,5 Kg Jaringan Lapas

Polisi Ungkap Penipuan Dengan Modus Rekrutmen Anggota Polsus Tipikor di Kota Kediri

Daniel Ricciardo Dihukum Start Paling Belakang, Berikut Starting Grid F1 GP Singapura 2019

Polisi langsung menuju Gresik, disana Faruq (25) warga Sekarsari RT 21/RW 05, Sukomulyo, Manyar diamankan. Dia bertugas sebagai operator.

Di dalam rumah itu Polisi mengamankan ganja seberat 2,5 Kg, 48 ribu pil dobel L, 90 gram sabu dan 41 butir inex warna hijau.

"Mereka sudah sejak bulan Juli beroperasi. Di Gresik ini operatornya, nanti barang diambil kurir lalu kurir jalan," katanya kepada Tribunjatim.com.

Barang haram dalam jumlah besar itu, rencananya diedarkan di Surabaya dan sekitarnya.

Kepada petugas, Faruq yang bertugas sebagai operator mengaku tidak mendapat keuntungan saat diperintah menyerahkan sabu ke kurir.

"Hanya dipakai saja, kalau butuh uang dijual," kata Faruq kepada Tribunjatim.com.

Rendy menandaskan, pihaknya tidak berhenti disini. Sebab, selain Didik masih ada kurir lain yang bertugas mengambil barang haram itu.

"Sementara yang baru kita amankan kurirnya satu. Kita mohon doanya kita bisa kejar lagi kita ungkap lagi," tandasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved