Polsek Tegalsari Surabaya Ungkap Ganja 2,5 Kg Jaringan Lapas

Dua pengedar narkoba yang diamankan Mapolsek Tegalsari Surabaya ternyata berasal dari jaringan Lapas. Faruq bertugas sebagai operator

Polsek Tegalsari Surabaya Ungkap Ganja 2,5 Kg Jaringan Lapas
Willy Abraham/Tribunjatim
Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Adi Tama didampingi Kanit Reskrim Iptu Kenardi sedang menanyai Faruq dan Didik dua pengedar Narkoba di Surabaya, Minggu (22/9/2019). Foto : Willy Abraham 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua pengedar narkoba yang diamankan Mapolsek Tegalsari Surabaya ternyata berasal dari jaringan Lapas. Faruq bertugas sebagai operator kemudian membagikan barang haram itu kepada kurir.

"Mereka mendapat narkoba itu dari Lapas. Terkait Lapas mana mereka masih bungkam," ujar Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Adi Tama, Minggu (22/9/2019).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, lapas yang memasok narkoba itu bukan hanya satu lapas saja.

Nah, barang haram dari lapas itu langsung dibawa menuju kediaman Faruq (25). Warga Sekarsari RT 21/RW 05, Sukomulyo, Manyar itu menyimpan barang haram dalam jumlah besar di dalam kamar.

Bapak satu anak ini cukup licin menjalankan bisnis haram ini. Dia ternyata memiliki empat rumah. Kerap bersembunyi berpindah-pindah bersama keluarganya ke rumahnya. Saat keadaan tidak aman, keberadaannya tercium petugas, dia langsung pindah. Salah satu rumahnya ada yang berada di wilayah Surabaya.

"Jadi yang ganja dari lapas sini, yang dobel L dari lapas mana, inexnya juga," terang Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Kenardi kepada Tribunjatim.com.

Nah, kurir yang biasa mengambil barang itu bukan hanya Didik (23). Warga Ambeng-Ambeng Watangrejo RT 02/RW 01, Duduksampeyan Gresik ini salah satu dari beberapa orang kurir.

Polisi Ungkap Penipuan Dengan Modus Rekrutmen Anggota Polsus Tipikor di Kota Kediri

Pelaku Curanmor di Kota Malang ini Nyamar Jadi Tukang Becak, 20 Motor Berhasil Diembatnya

Surabaya Jadi Kota Pertama Kompetisi Offline First Warriors di Pulau Jawa,Total Hadiah Rp 1,3 Miliar

Kurir lainnya sedang dalam pengejaran Korps Bhayangkara, mereka mengantar barang haram itu menuju Surabaya.

Sementara itu, Faruq mengaku diperintah seseorang dari dalam Lapas. Sehingga mampu menyimpan narkoba berupa ganja seberat 2,5 Kg, 48 ribu pil dobel L, 90 gram sabu dan 41 butir inex warna hijau.

"Barang itu milik Sofyan," tuturnya.

Kini, dia tidak bisa lagi melihat tumbuh kembang anaknya yang masih kecil itu. Faruq bersama Didik dijerat dengan pasal 114 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009, tentang narkotika dan atau pasal 111 ayat 2 UU RI No. 35 tahun tahun 2009, tentang narkotikat dan pasal 196 dan pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009, tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman paling berat hukuman mati atau paling rendah 20 tahun penjara. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved