Pejabat Pemkot Kediri Berkomitmen Jalankan Gerakan Smart City

Pejabat Pemkot Kediri telah menandatangani komitmen bersama gerakan smart city.Pada acara itu juga dilakukan telekonferen dengan pembimbing smart city

Pejabat Pemkot Kediri Berkomitmen Jalankan Gerakan Smart City
(Surya/Didik Mashudi)
Pejabat Pemkot Kediri menandatangani komitmen bersama gerakan smart city Kota Kediri di Ruang Joyoboyo, Senin (23/9/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pejabat Pemkot Kediri telah menandatangani komitmen bersama gerakan smart city. Pada acara itu juga dilakukan telekonferen dengan pembimbing smart city Kota Kediri di Ruang Joyoboyo, Senin (23/9/2019).

Smart city adalah komitmen bersama setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Kediri karena wajib untuk mengikuti dan mempersiapkan secara matang program-program pembangunan smart city. Diharapkan secara bertahap smart city di Kota Kediri berjalan sesuai kebutuhan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar usai menandatangani komitmen bersama gerakan smart city berharap kepada OPD yang telah mengikuti bimtek smart city hingga tahap penandatanganan komitmen bersama.

“Smart city ini bukan hanya untuk canggih-canggihan, tapi smart city sebuah alat untuk menolong kita baik menangkap peluang untuk Pemerintah Kota Kediri serta menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi," katanya kepada Tribunjatim.com.

VIDEO - Ultras Garuda Turun di CFD Surabaya, Galang Dana Korban Kabut Asap di Jambi dan Kalimantan

VIDEO - Ultras Garuda Turun di CFD Surabaya, Galang Dana Korban Kabut Asap di Jambi dan Kalimantan

Polisi Siagakan 2 Unit Mobil Water Cannon dan Anjing Penjaga Buat Jaga Aksi Demo Mahasiswa di Malang

Sehingga dalam membangun sistem nanti bila ada permasalahan diselesaikan dengan bertemu. Untuk permasalahan yang sudah biasa terjadi dapat diselesaikan dengan sistem yang tepat.

Diharapkan pembangunan smart city progamnya dipersiapkan secara baik dan matang.

"Sistem yang dibangun harus berjalan di Pemerintah Kota Kediri dengan baik, jangan sampai tertinggal dari daerah-daerah lain, karena masyarakat Kota Kediri ingin dilayani secara cepat. Jadi harus bersama-sama membangun sistem sesuai kebutuhan masing-masing OPD," harapnya kepada Tribunjatim.com.

Dikatakan, program smart city bukan hanya program Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saja, namun program Pemerintah Kota Kediri.

Sehingga OPD diminta tidak membeli aplikasi secara sembarangan. Sedangkan aplikasi yang akan dibeli atau dibuat harus melalui verifikasi Dinas Kominfo terlebih dahulu.

Penandatangan komitmen bersama gerakan smart city dilakukan Walikota, Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Enny Endarjati dan Kepala OPD di lingkungan Pemkot Kediri.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved