Tata Cara dan Niat Salat Istisqa, Dilengkapi Bacaan doa-doa Meminta Turun Hujan
Berikut tata cara dan niat salat Istisqa, dilengkapi bacaan doa-doa meminta turun hujan.
Istisqa berarti minta turun hujan dari Allah SWT untuk sejumlah negeri atau hamba-hamba-Nya melalui salat, berdoa, dan beristighfar ketika terjadi kemarau.
• Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat dan 4 Rakaat, Keutamaannya Saat Bulan Ramadan 2019 Berlipat Ganda
Masih dari sumber yang sama, Istisqa memiliki tiga macam, yaitu:
1. Istisqa yang paling ringan, yaitu doa tanpa salat dan tidak juga setelah salat di masjid atau selain masjid, sendiri atau jemaah.
Sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang shalih.
2. Istisqa pertengahan yaitu doa setelah salat Jumat atau salat lainnya, ketika khotbah Jumat atan khotbah yang lain.
3. Istisqa yang paling utama adalah Istisqa dengan didahului salat dua rakaat dan dua khotbah.
Dilakukan oleh muslim, baik musafir maupun muqim, penduduk kampung atau kota.
Waktu Pelaksanaan Salat Istisqa
Jika hanya doa, maka dapat dilakukan kapan saja dan lebih baik dilakukan saat khotbah Jumat.
Bila doa dan salat minta hujan diringi dengan dua khotbah, maka dapat dilakukan kapan saja.
Bahkan menurut pendapat yang paling sahih, boleh dilakukan pada waktu yang dimakruhkan salat.
Alasannya, salat Istisqa memiliki alasan khusus seperti salat gerhana Matahari.
Disunnahkan melaksanakan salat Istisqa ketika terjadi kekeringan atau musim kemarau yang berkepanjangan yang mengakibatkan sumur dan sungai menjadi kering.
Salat Istisqa disunnahkan dikerjakan saat Matahari mulai beranjak naik setinggi satu anak panah.
Yaitu seperti jam setelah terbitnya matahari seperti waktu salat.