Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

ARD dan FRMO: 8 Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit Pasca Bentrok di DPRD Kota Malang

Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (ARD) dan Front Rakyat Melawan Oligarki (FRMO) merilis jumlah korban bentrok mahasiswa x polisi kemarin

ARD dan FRMO: 8 Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit Pasca Bentrok di DPRD Kota Malang
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
demo mahasiswa di malang ricuh karena polisi tak bolehkan perwakilan masuk, Selasa (24/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (ARD) dan Front Rakyat Melawan Oligarki (FRMO) merilis jumlah korban akibat bentrok dengan polisi di depan gedung DPRD Kota Malang.

Dalam rilisnya, delapan orang mahasiswa mengalami luka hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.

"Tapi alhamdulillah sudah keluar dan rawat jalan semua," ujar Humas aksi, Muhammad Ridwan, Rabu (25/9/2019).

Ia menjelaskan bentrokan bermula dari momen negosiasi antara mahasiswa dan pimpinan DPRD Kota Malang yang buntu.

(Temui Mahasiswa Aksi Demo, Ketua DPRD Jatim Kusnadi Dukung Tuntutan Tolak RKUHP & RUU KPK)

Mahasiswa ingin masuk ke halaman gedung dewan yang diyakini sebagai bentuk dukungan kepada massa aksi yang berada di Jakarta.

"Hal itu (pendudukan DPRD Kota Malang) sebagai upaya meyakinkan kawan-kawan di Jakarta untuk menduduki DPR RI di Senayan agar segala rancangan undang-undang dibatalkan," imbuhnya.

Buntunya negoisiasi itu kemudian mengakibatkan massa berkonsentrasi di depan gerbang gedung dewan.

Mereka berjibaku mendorong pagar dengan tangan kosong. Di depannya, polisi bertameng disertai tongkat menghadang dorongan mahasiswa.

Ketika pagar berhasil dirobohkan, bentrokan terjadi.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved