Luas Kebakaran Hutan di Gunung Semeru Bertambah Jadi 30 Hektar, Sumber Air Hanya di Ranu Kumbolo

Luas kebakaran hutan di Gunung Semeru terus bertambah. Hingga kini, luas hutan yang berhasil dipadamkan oleh personel gabungan sekitar 30 hektar.

Luas Kebakaran Hutan di Gunung Semeru Bertambah Jadi 30 Hektar, Sumber Air Hanya di Ranu Kumbolo
ISTIMEWA
Kebakaran hutan terjadi di jalur pendakian Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Berdasarkan surat yang dikeluarkan Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kebakaran hutan terjadi di lokasi Sumber Mani - Arcopodo - Kelik. Lokasi ini berada di atas Ranu Kumbolo, dan sebelum Puncak Mahameru (3.676 Mdpl). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Luas kebakaran hutan di Gunung Semeru terus bertambah. Hingga kini, luas hutan yang berhasil dipadamkan oleh personel gabungan sekitar 30 hektar.

“Kami masih hitung penambahan hari ini. Namun yang sudah berhasil dipadamkan ada 30 hektar,” ujar Plh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Gunung Semeru Wilayah III, Khaerul Soleh, Rabu (25/9/2019).

Ia menjelaskan api cepat menyebar lantaran kondisi angin cukup kencang. Selain itu, api berada di medan terjal sehingga menyulitkan proses pemadaman. 

“Pengaruh angin yang sangat kencang, bertebing, berbukit sehingga menyulitkan upaya pemadaman,” katanya.

Kebakaran Hutan Gunung Semeru Masih Belum Padam, 2 Titik Api di Watupecah dan Ayek-Ayek Masih Nyala

Kebakaran Hutan Gunung Semeru Berhasil Dipadamkan, Ada Dua Titik Api yang Masih Berpotensi Menyala

Khaerul menyebut titik api terakhir berada di sekitar Watupecah, Ayek-ayek dan Ungup-ungup atau sudah masuk resort Ranupani. Padahal sebelumnya, titik api masih mencapai resort Ranu Kumbolo.

Khaerul mengatakan sebanyak 47 personel gabungan diterjunkan untuk memadamkan api. Mereka menggunakan jet shooter, parang dan sabit untuk menjinakkan si jago merah. Sementara sumber air, diperoleh dari Ranu Kumbolo yang berjarak 3 kilometer dari titik api.

“Hingga kini kami masih terus berupaya memadamkan api. Kami juga koordinasi dengan pihak terkait supaya pemadaman bisa dituntaskan,” tutupnya. 

Kebakaran hutan di Gunung Semeru terjadi sejak 17 September lalu. Awalnya, api membakar hutan di kawasan Kalimati, Arcopodo dan Kelik. Pihak Balai Besar TNBTS kemudian memutuskan menutup total jalur pendakian menuju gunung tertinggi di pulau Jawa itu. Hingga kini, belum pasti kapan jalur pendakian bakal kembali dibuka. 

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved