Kampus di Surabaya

Sendratasik UNESA Ajak Milenial Lestarikan Musik Tradisional Melalui 'Jelajah Bunyi'

Gamelan Sawaunggaling UNESA, komunitas musik gamelan dari Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA menghelat Jelajah Bunyi.

Sendratasik UNESA Ajak Milenial Lestarikan Musik Tradisional Melalui 'Jelajah Bunyi'
Istimewa
Gladhi bersih pementasan bertajul Jelajah Bunyi yang diadakan Gamelan Sawunggaling UNESA, komunitas musik gamelan Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA. Pementasan tersebut akan berlangsung malam ini, Kamis (26/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Antusiasme masyarakat dalam acara musik, baik yang berupa festival, konser, atau lomba.

Namun, bagaimana kabarnya musik tradisional di era milenial seperti ini?.

Berangkat dari pertanyaan itu, Gamelan Sawaunggaling UNESA, komunitas musik gamelan dari Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA menghelat Jelajah Bunyi.

"Jelajah Bunyi ini adalah sikap, bagaimana kami mengajak anak-anak milenial untuk mencintai tradisi, khususnya dalam musik," papar Joko Porong Winarko, salah satu dosen Sendratasik UNESA sekaligus composer dalam Jelajah Bunyi.

(Mahasiswa ITN Malang Bikin Aplikasi Pengenalan Senjata Tradisional Indonesia)

Jelajah Bunyi, lanjut Porong, merupakan gambaran musik dari aplikasi kerja penjelajahan yang bersifat kreatifitas bermusik, langkah eksplorasi dan eksprerimentasi.

Dalam pengerjaannya, Porong dan dua komposer lain dalam pementasan ini melibatkan memori musikal, misalkan ragam teknik, gaya atapun kebaruan komposisi.

Alat musik Gamelan sengaja dipilih sebagai fokus utama untuk mewadahi proses kerja kreatif dalam rangka mewujudkan komposisi seni karawitan bentuk baru.

Pementasan yang diadakan terbatas untuk 350 penonton itu, akan digelar malam nanti, pukul 19.00, bertempat di Gedung Sawunggaling FBS UNESA.

"Ini adalah langkah pertama sekaligus pertama kalinya acara ini digelar. Selanjutnya kami berencana menjadikan ini sebagai event tahunan, menggandeng dengan daerah-daerah lainnya," papar Porong.

(Founder Kampoeng Dolanan, Cak Mus: Belajar Etika dari Dolanan Tradisional)

Penulis: Hefty Suud
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved