Rumah Politik Jatim

DPRD Jawa Timur Minta Penambahan 18 Staf Ahli hingga Usulkan Tata Tertib Baru Soal Rapat Paripurna

DPRD Jawa Timur meminta adanya penambahan staf ahli pada periode jabatan 2019-2024.

DPRD Jawa Timur Minta Penambahan 18 Staf Ahli hingga Usulkan Tata Tertib Baru Soal Rapat Paripurna
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Suasana pelantikan Anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, Sabtu (31/8/2019) di Gedung DPRD Jatim. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jawa Timur meminta adanya penambahan staf ahli pada periode 2019-2024.

Staf yang pada periode 2014-2019 baru berjumlah satu orang untuk tiap fraksi, kini diusulkan menjadi tiga orang.

Usulan ini pun telah masuk dalam rancangan tata tertib yang diajukan oleh DPRD kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Dengan penambahan anggota staf, kami berharap kinerja dewan bisa meningkat,” kata Ketua Pansus Penyusunan Tata Tertib DPRD Jawa Timur, Bambang Yuwono kepada jurnalis ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (27/9/2019).

Sudah Dua Malam Mahasiswa Bertahan di Depan Kantor DPRD Tulungagung

Penambahan jumlah komisi ini telah melalui pertimbangan panjang dengan memperhatikan tugas pokok dewan. Yakni, fungsi penyusunan perda (legislasi), fungsi pengawasan, dan fungsi anggaran.

”Kalau tidak bisa menjadi tiga paling tidak menjadi dua staf,” kata Bambang yang juga politisi PDI Perjuangan ini.

Saat ini, jumlah Fraksi di DPRD Jawa Timur mencapai sembilan. Apabila mempertimbangkan usulan tersebut, maka jumlah staf di DPRD Jawa Timur akan mencapai 27 orang dari yang sebelumnya sembilan orang.  

Selain penambahan staf di tiap fraksi, tatib yang baru juga mengusulkan adanya regulasi yang bersifat kedaerahan. Misalnya, penggunaan pakaian kebaya di saat sidang paripurna yang bertepatan dengan hari nasional. ”Misalnya, Hari Kartini atau Hari Perempuan sedunia,” jelas Bambang.

Fraksi PDIP Lakukan Rapat Untuk Posisi Alat Kelengkapan DPRD Surabaya

Kemudian, saat Sidang Paripurna Istimewa, DPRD Jawa Timur juga akan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stansa.

”Lirik lagu Indonesia Raya yang tiga stanza syarat akan pesan-pesan perjuangan dan nasionalisme,” kata mantan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur ini.

Selain itu, isi tatib yang baru relatif sama. Misalnya, dengan tetap mempertahankan jumlah komisi dan pimpinan dewan yang masing-masign berjumlah lima.

”Penambahan jumlah pimpinan dewan maupun komisi belum dapat dilakukan saat ini karena memperhatikan efek turunannya,” kata Bambang.

”Misalnya, penambahan jumlah komisi akan mempengaruhi syarat minimal anggota fraksi dari yang sebelumnya berjumlah lima menjadi enam. Padahal, fraksi sudah ditetapkan beberapa waktu lalu,” katanya.

”Kami sedang konsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Apabila rekomendasi dari Kemendagri telah turun, selanjutnya DPRD akan mengesahkan melalui mekanisme Rapat Paripurna. Rencananya, pengesahan tatib bersamaan dengan pimpinan Dewan Jatim yang definitif pada Senin (30/9/2019) mendatang,” pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved