Sudah Dua Malam Mahasiswa Bertahan di Depan Kantor DPRD Tulungagung

Sekitar 20 mahasiswa bertahan menggelar aksi di depan Kantor DPRD Tulungagung, Jalan RA Kartini Timur, atau di sisi timur alun-alun, Jumat (27/9/2019)

Sudah Dua Malam Mahasiswa Bertahan di Depan Kantor DPRD Tulungagung
david yohanes/surya
Mahasiswa dari Taman Baca Pemersatu Rakyat Tertindas bertahan di depan Kantor DPRD Tulungagung. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sekitar 20 mahasiswa bertahan menggelar aksi di depan Kantor DPRD Tulungagung, Jalan RA Kartini Timur, atau di sisi timur Alun-alun, Jumat (27/9/2019) malam.

Mereka melakukan aksi ini sejak Kamis (26/9/2019) siang, selepas aksi besar aliansi mahasiswa se-Tulungagung.

Sebuah tikar panjang digelar untuk duduk dan menggelar diskusi kecil. Sementara poster kecil digelar, laksana sebuah altar penghormatan untuk Randi, mahasiswa yang tewas terkena tembakan.

Para mahasiswa ini berasal dari Taman Baca Pemersatu Rakyat Tertindas. Koordinator Umum Aksi, Rostina Mangei mengatakan, aksi panjang ini buah keprihatinan mahasiswa terhadap sikap DPRD Tulungagung.

“Kami sebelumnya bagian dari aksi besar Aliansi Mahasiswa se-Tulungagung. DPRD waktu itu tanda tangan, seolah mendukung perjuangan kami,” ujar Rosita.

Namun setelah aksi bubar, Rosita mengaku sempat bicara dengan anggota DPRD Tulungagung.

Mereka mengatakan tidak punya kekuatan untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa di tingkat pusat.

Ucapan itu yang membuat Rosita dan kawan-kawan kecewa, karena aksi besar para mahasiswa seolah sia-sia.

“Buat apa aksi yang demikian besar, tapi sikap dewan seperti itu? Kami malah diminta untuk mengusung isu-isu lokal,” ucap Rosita Kecewa kepada Tribunjatim.com.

Rosita pun mengaku sudah sering mengusung isu-isu lokal Tulungagung, seperti masalah petani dan perhutani serta penambangan ilegal.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved