IWAPI Surabaya Inginkan Wali Kota Surabaya Pengganti Risma, Kriterianya Seperti ini
Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) mempunyai beberapa kriteria Wali Kota Surabaya yang layak untuk menggantikan Tri Rismaharini.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jelang Pilkada/Pilwali Surabaya 2020, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) mempunyai beberapa kriteria Wali Kota Surabaya yang layak untuk menggantikan Tri Rismaharini.
Ketua IWAPI Surabaya, Reni Widyalestari mengungkapkan salah satu kriteria dari Wali Kota Surabaya adalah harus mempunyai wawasan nasional dan wawasan internasional.
"Surabaya ini sudah tidak bisa lagi dilihat sebagai kota kedua di Indonesia. Surabaya menjadi sister City dari berbagai macam kota di dunia, sehingga wawasan serta komunikasi Wali Kota Surabaya harus mumpuni," ucap Reni kepada Tribunjatim.com, Sabtu (28/8/2019).
Kemampuan komunikasi tersebut, lanjut Reni juga harus berjalan dua arah yaitu komunikasi dengan pihak eksternal dan juga komunikasi dengan pengusaha di dalam Kota Surabaya sendiri.
"Karena selama ini saya merasakan bahwa pengusaha di Surabaya ini belum banyak diminta andil oleh pemerintah misalnya dalam program-program yang bisa mengupgrade Kota Surabaya sebagai Kota perdagangan dunia," lanjut Reni kepada Tribunjatim.com.
• Keranjingan Judi Billyard, Tukang Tambal Ban di Surabaya ini Nekat Curi TV di Warung
• Puluhan Motor Hasil Curian Dipajang di Gebyar Expo Polres Malang Kota
• Gerindra Tak Mau Buru-buru Usung Nama di Pilwali Kota Surabaya, Akan Ada Empat Pasangan Calon
Padahal menurut Reni, dengan kerjasama yang baik dengan pengusaha, Kota Surabaya bisa menjadi kota yang setara dengan Singapura baik itu dari pusat perdagangan maupun Pusat keuangannya.
"Surabaya ini bisa dijangkau dari semua negara, karena salah satu faktornya kita mempunyai bandara internasional Juanda di Sidoarjo," lanjutnya.
Reni melanjutkan, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memang mempunyai visi misi untuk menjadikan Surabaya sebagai kota perdagangan dunia.
"Tapi apakah itu tercapai di akhir pemerintahan beliau, ini perlu kita cek lagi. Ekspor impor kita kalau setahu saya malah menurun," tuturnya.
Reni juga menilai program pahlawan ekonomi yang digagas Pemkot Surabaya untuk mengembangkan UMKM hanya fokus di sektor produksi saja.
"Tapi pemasarannya, setelah saya cek mereka bingung akan dimasukkan di mana produknya. Makanya kita harus komunikasi dengan pengusaha," tambahnya.
Kedepan Reni juga menilai, seseorang yang memimpin Surabaya tidak harus seorang perempuan.
"Kalau dulu perempuan, sekarang laki-laki juga boleh. Karena kita sudah 10 tahun di Pimpin oleh perempuan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-ketua-iwapi-surabaya-reni-widyalestari.jpg)