Tahun Pertama Pimpin Kota Malang, Sutiaji Beberkan Potensi Korupsi di Pendapatan Parkir

Sutiaji, Walikota Malang menyatakan tahun pertama pemerintahannya fokus pada penataan dan efisiensi lembaga.

Tahun Pertama Pimpin Kota Malang, Sutiaji Beberkan Potensi Korupsi di Pendapatan Parkir
Surya/sylvianita widyawati
Suasana kegiatan refleksi setahun kepemimpinan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko di Fisip Universitas Brawijaya Malang, Senin (30/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LOWOKWARU - Sutiaji, Walikota Malang menyatakan tahun pertama pemerintahannya fokus pada penataan dan efisiensi lembaga.

Hal itu disampaikan saat kegiatan refleksi setahun kepemimpinan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko di Fisip Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (30/9/2018).

"Awalnya 34 OPD menjadi 28 OPD," kata Sutiaji di awal diskusi.

Ia menceritakan pengalamannya pada sebuah pemeran, Ada tiga OPD yang isinya hampir sama. Padahal untuk stand perlu Rp 150 juta.

(Refleksi Setahun Kepemimpinan: Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko Dilempari Daftar Tugas yang Belum Beres)

"Kenapa tidak dirampingkan saja? Makanya kami coba membenahinya," jelasnya.

Dari sisi efisiensi ini, Sutiaji mengklaim Pemkot Malang bisa menghemat Rp 62 miliar.

Momen penggabungan OPD yang agak sulit menurutnya ialah Perkim dan PU.

"Tahun pertama saya memang membangun ASN dan lembaga. Sebab mereka adalah kendaraan kami," kata Sutiaji.

Pada tahun ke dua hingga ke lima, Sutiaji mengaku sudah tahu hendak melakukan apa.

Dia menemukan adanya peluang korupsi di sisi pendapatan. Bukan di sisi belanja yang banyak dipelototi masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved