Komplotan Pencuri dari Malang Sasar Sekolah Tanpa Penjagaan, Jebol Pintu Pakai Tang Embat Komputer

Komplotan Pencuri dari Malang Sasar Sekolah Tanpa Penjagaan, Jebol Pintu Pakai Tang Embat Komputer.

Komplotan Pencuri dari Malang Sasar Sekolah Tanpa Penjagaan, Jebol Pintu Pakai Tang Embat Komputer
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat mengintrogasi tersangka di Polres Malang, Rabu (2/10/2019) 

Komplotan Pencuri dari Malang Sasar Sekolah Tanpa Penjagaan, Jebol Pintu Pakai Tang Embat Komputer

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hariono (25), Ma'ali (24) dan HDP (18) warga Desa Kidangbang dan Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang bahu membahu melakukan pencurian barang elektronik.

Komplotan pencuri ini menyasar sekolah-sekolah tanpa penjagaan saat malam hari.

Ketika melakukan aksi pencurian, kawanan maling itu berbagi peran. Hariono berperan melakukan pemetaan mana saja sekolah yang akan disatroni. Ma'ali bertugas menjebol pintu sekolah menggunakan tang dan obeng.

Keseruan Anang & Ashanty Ajak Anak Main Bersama di Malang Smart Arena, Bikin Ketagihan Arsy & arsha

BMKG Prediksi Malang Baru Diguyur Hujan Pekan Pertama November, Diprediksi Bisa Ada Banjir Besar

Tahun Pertama Pimpin Kota Malang, Sutiaji Beberkan Potensi Korupsi di Pendapatan Parkir

Sedangkan HDP berperan sebagai pengemudi mobil Xenia dengan Nopol N 1997 SH yang digunakan kawanan maling itu sebagai sarana pencurian.

Terakhir, kawanan perampok itu melakukan pencurian di kantor SMPN 2 Wajak.

"Saya yang mencari sekolah-sekolah mana saja yang sepi akhirnya ngajak Ma'ali dan HDP. Ma'ali mencongkel pintu. HDP menunggu di mobil. Terus saya dan Ma'ali bawa barang ke mobil. Saya juga yang menghubungkan ke penadah di Gondalegi," ujar Hariono saat digelandang bersama 3 tersangka lainnya di Polres Malang, Rabu (2/10/2019).

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, menjelaskan aksi tersangka sudah melakukan aksinya di belasan tempat kejadian perkara (TKP). Aksi pencurian dilakukan medio tanggal 26 Juli hingga 30 September 2019.

Rinciannya, Kecamatan Kepanjen sebanyak  3 TKP, Kecamatan Kromengan sebanyak 3 TKP, Kecamatan Kalipare 2 TKP,  Kecamatan Gondanglegi 2 TKP, Kecamatan Wajak 1 TKP, Kecamatan Dau 1 TKP, Kecamatan Ngantang 1 TKP, Kecamatan Poncokusumo 3 TKP dan Kecamatan Bululawang 2 TKP.

"Banyak laporan dari kepala sekolah masuk ke kami. Akhirnya kami melakukan penyelidikan dan mengarah ke tersangka Hariono. Hingga akhirnya kami dapat meringkus 3 tersangka lainnya," ujar Ujung.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved