Indonesia Borong Penghargaan di Sidang Majelis ICAO Kanada, API Banyuwangi Raih Silver
sekolah pilot, Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi, yang meraih silver dalam akreditasi ICAO di bidang pendidikan kedirgantaraan.
Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Indonesia meraih banyak penghargaan dalam sidang majelis International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, ke 40, di Montreal, Kanada.
Salah satunya adalah sekolah pilot, Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi, yang meraih silver dalam akreditasi ICAO di bidang pendidikan kedirgantaraan.
Atase Perhubungan RI di Kanada dan Representative Indonesia di ICAO, Afen Sena, mengatakan, Indonesia meraih 6 capaian dan penghargaan.
Di antaranya adalah penghargaan dari ICAO di bidang pendidikan kedirgantaan. Ini membuktikan lembaga diklat penerbangan Indonesia sudah sesuai standard international/ICAO.
"Indonesia mendapatkan plakat dan sertifikat akreditasi ICAO trainair plus kategory Gold/Full Member untuk PPSDMPU. Silver/associate untuk STPI Curug dan API Banyuwangi. Penyerahan oleh Sekjen ICAO Dr Fang Liu, kepada Kepala BPSDMP Umiyatun Hayati Triastuti. Ini menujukkan Sekolah Kemenhub telah berstandar ICAO dan siap dalam meramaikan kompetisi tingkat global," kata Afen, Kamis (3/10/2019).
Sidang ICAO dihadiri oleh lebih dari 2.600 Menteri dan Pejabat Tinggi dari 191 negara anggota, digelar sejak 24 September hingga 4 Oktober 2019.
• VIRAL di FB Video Mesum Diduga Siswa SMK Tuban Libatkan 6 Orang, Ada Suara Cewek: Aku Ora Melu-melu
• Pelatih PSM Makassar Klaim Kartu Merah Jadi Biang Kerok Kekalahan Timnya dari Arema FC
• Bukti Syahrini, Istri Reino Beli Followers Instagram Versi Nikita Mirzani: Anti Sama Orang Munaro!
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti; Dubes LBBP RI untuk Kanada, Abdul Kodir Jaelani; Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM, Ronny F. Sompi; Dirjen HPI Kemenlu, Dalos Dumoli Agusman; dan Kepala BPSDM Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti.
Afen mengatakan dalam sidang tersebut Indonesia melakukan penandatanganan MOU Training Service Agreement (TSA), atas pemanfaatan remaining balance dana Pemerintah RI di ICAO untuk 16 training ke-inspektoran kader Ditjen Perhubungan Udara (DJU) di lingkungan sekolah BPSDMP yang telah terakreditasi ICAO Trainair plus. MoU ini dilakukan oleh Sekjen ICAO dan Dirjen Hubud, Polana B Pramesti
"Ini akan meningkatkan portofolio inspektor Penerbangan Indonesia pada tingkat global," kata mantan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) Banyuwangi itu.
Selain itu juga ada penetapan Indonesia sebagai anggota ke-69 akreditasi Public Key Direktory (PKD), dari Sekjen ICAO kepada Dirjen Imigrasi RI Ronny F. Sompi. PKD ini penting dalam rangka penelolaan dan pemutakhiran manajemen data e-paspor yang diakredirasi oleh ICAO.
Ada pula penyerahan kepada Sekjen ICAO dokumen Ratifikasi Protokol 50a untuk penambahan jumlah keanggotaan Dewan ICAO dari 36 menjadi 40 anggota dan Ratifikasi Protokol 56 untuk penambahan jumlah keanggotaan Air Navigation Commission (ANC) dari 19 menjadi 21.
Selain itu, penetapan ICAO Resolution untuk Working Paper 94 certification of Water Aerodrome yang diinisiatif oleh Indonesia dan di-co sponsori Canada pada topik Water Aerodrome yang akan menetapkan Indonesia sebagai lead pada pembahasan Global Standard Water Aerodrome pada Working Grup/ Panel Air Navigation Comitte 2020-2022 bersama Canada.
"Selanjutnya untuk pertama kalinya selama Indonesia menjadi aggota ICAO menjadi Chairman Sidang ICAO melalui Dubes Republik Indonesia RI, Abdul Kadir Jailani, dipercaya sebagai Chairman Sidang Legal Committee," tambahnya.
Sidang ICAO ke-40 tahun 2019 ini membahas 52 mata agenda persidangan yang dilaksanakan secara simultan di dalam 6 (enam) forum yaitu, Sidang Pleno, Komite Eksekutif, Komisi Teknis, Ekonomi, Hukum dan Administratif.
"Topik hangat dari Sidang Majelis ICAO ke-40 kali ini terkait isu pengurangan emisi karbon dari pesawat udara, cybersecurity dan isu partisipasi negara berkembang dalam konteks No Country Left Behind (NCLB) initiative," kata Afen.
Menurut Afen pada Sidang Assambly ICAO ini, Delegasi Indonesia mengadakan kegiatan pameran pada 3 hari pertama sidang dengan venue di gedung ICAO.
"Selain itu juga dilaksanakan bilateral meeting dengan para pihak perwakilan delegasi negara, organisasi international dan lainnya, serta melakukan site visit di Nav Centre/ sekolah penerbangan Canada," tambahnya. (haorrahman/Tribunjatim.com)