Menjadi Associate Member ICAO, API Banyuwangi Resmi Berstandart Internasional

-Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi telah resmi menjadi sekolah pilot berstandart internasional. Ini setelah API Banyuwangi mendapat sertif

Menjadi Associate Member ICAO, API Banyuwangi Resmi Berstandart Internasional
Surya/Haorrahman
Aktivitas pendidikan dan pelatihan di API Banyuwangi. Kini sekolah pilot di Banyuwangi tersebut telah resmi berstandart internasional. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi telah resmi menjadi sekolah pilot berstandart internasional. Ini setelah API Banyuwangi mendapat sertifikat Associate Member International Civil Aviation Organization (ICAO) Trainair Plus Programme.

Penyerahan sertifikat dilakukan dalam Sidang Majelis ICAO ke-40, di Montreal, Kanada. Sertifikat ini diserahkan langsung oleh Sekjen ICAO, Dr Fang Liu, kepada Kepala BPSDMP Umiyatun Hayati Triastuti.

Selain API Banyuwangi, pada acara sidang tersebut juga diserahkan sertifikat dan plakat ICAO trainair plus kepada Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Heri Sudarmadji, sebagai Full Member, dan STPI Curug sebagai Associate Member of ICAO Trainair Plus.

Direktur API Banyuwangi, Genny Luhung Prasojo, mengatakan sebelum mendapat sertifikat tersebut API Banyuwangi telah menjalani beberapa proses untuk menjadi anggota dari ICAO Trainair Plus Programme.

Indonesia Borong Penghargaan di Sidang Majelis ICAO Kanada, API Banyuwangi Raih Silver

Baru Diwisuda, Mahasiswa UC Langsung di Bisnis Transportasi Maritim dari British Petroleum

Daftar Harta Kekayaan Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI Baru, Tercatat Punya 11 Koleksi Mobil Mewah

"Prosedur yang telah dilaksanakan terakhir kali adalah TPP Assessment bersama Mr. Herve Touron selaku Senior Assessor yang juga menjabat sebagai Manager, Training Assessments and Consulting Unit at Global Aviation Training Office ICAO, pertengahan September 2019 lalu," ujar Genny kepada Tribunjatim.com, Kamis (3/10/2019).

Menurut Genny terdapat beberapa materi yang menjadi penilaian dalam asessement tersebut. Seperti facilities, procedures, forms, quality control system, maintenance, dan sebagainya.

Setelah itu mendapat hasil pada on-site assessement yang telah dianalisis oleh pihak ICAO di Montreal, Kanada.

"API Banyuwangi juga telah melakukan Corrective Action yang diperlukan dari hasil assessment tersebut," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Setelah itu pihak API Banyuwangi bersama tim berkunjung ke ICAO Headquarters di Montreal, Kanada dalam rangka serah terima ICAO TrainAir Plus Programme Membership yang akan menjadi bagian acara dari The 40th Session of The ICAO Assembly.

Dengan resmi menjadi Associate Membership ICAO TrainAir Plus Programme, tentunya akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan API Banyuwangi yang telah terverifikasi secara internasional.

Begitu pula dengan kualitas para pengajar, menurut Genny, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas para Flight Instructor dengan mengikuti training – training yang diselenggarakan oleh ICAO Trainair Plus Programme.

Untuk mempercepat hal tersebut, kata Genny, API Banyuwangi langsung membuka 2 pelatihan. Yakni GSI airworthiness - air operator & AMO certification course dan Aviation data - driven decision making course.

"Training Internasional langsung dibuka pada bulan Oktober ini. Ini dilakukan untuk peningkatan ke level lebih tinggi yakni ICAO Trainair Plus Full Membership pada tahun depan dan peningkatan kapasitas SDM API Banyuwangi untuk International Technical Instructor Course, Course Developer dan Management of Training," tambah Genny. (haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved