Tim Robotik Unesa Sabet Juara Ketiga Kontes Robot Terbang Indonesia 2019, Rektor Beri Apresiasi
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil menyabet juara ketiga Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil menyabet juara ketiga Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019.
Unesa berhasil juara ketiga di divisi Technology Development sub devisi Propulsion System Development plus desain terbaik untuk sub divisi Propulsion System Development.
Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik Unesa, Dedy Rahman Prehanto mengatakan, suksesnya kontes tersebut tak lepas dari kerja sama dengan pihak Puspenerbal TNI AL Grati Pasuruan.
• Tim Seleksi Komentari 22 Pemain Unesa yang Ikut Seleksi Persebaya Surabaya Putri
Selain itu, Dedy Rahman Prehanto juga memberikan apresiasi kepada tim robotik Unesa divisi Technology Development sub divisi Propulsion System Development karena sudah meraih juara ketiga.
Dilansir dari rilis yang diterima oleh TribunJatim.com, Tim robotik Unesa berhasil bersaing dengan 95 tim dari 40 perguruan tinggi se Indonesia.
"Apalagi kami juga meraih desain terbaik untuk divisi Technologi Development sub Propulsion System Development," ucapnya.
• 5 Bulan Lebih Jatim Belum Diguyur Hujan, Ribuan Warga Salat Istisqa Bersama Ulama dan Forkopimda
Sebelumnya, saat penutupan KRTI 2019, Jumat (4/10/2019), Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti, Didin Wahyudin menyebut Unesa sebagai tuan rumah sukses menyelenggarakan keseluruhan pertandingan.
Ukuran sukses tersebut, menurut Didin Wahyudin, setidaknya bisa dilihat dari tiga hal.
Pertama, fasilitas yang diberikan dalam penyelenggaraan pertandingan.
Kedua, lokasi pertandingan yang cukup bagus. Ketiga, kenyamanan para peserta.
• Lomba Cerpen Tingkat Nasional Dewan Kesenian Surabaya, Total Hadiah Rp 20 Juta, Cek Cara Ikutannya!
Didin Wahyudin berharap, peserta dapat mengambil hikmah dari setiap kegiatan KRTI 2019.
Sebab, ajang ini tidak sebatas kompetisi, tapi ada jalinan silaturahim dengan seluruh perguruan tinggi yang harus terpupuk dengan baik.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi lain serta berinteraksi terkait teknologi, papar Didin Wahyudin, akan menambah jejak informasi yang bagus untuk seluruh peserta dalam mengembangkan teknologi robot yang bermanfaat.
"Kontes robot akan bermakna kelak di kemudian hari, demi pertumbuhan teknologi di Indonesia dan bermanfaat dalam kehidupan nyata," kata Didin Wahyudin.
• Nasi Kobel Kuliner Khas Sampang, Makanan dengan Lauk Ikan Laut Manjakan Lidah, Harganya Murah Meriah