Aksi Nekat Pria di Malang 'Gerilya' Uang Kotak Amal 4 Masjid Raup 8,5 Juta, Berujung Bui di Polsek

Aksi Nekat Pria di Malang 'Gerilya' Uang Kotak Amal 4 Masjid Raup 8,5 Juta, Berujung Bui di Polsek.

Aksi Nekat Pria di Malang 'Gerilya' Uang Kotak Amal 4 Masjid Raup 8,5 Juta, Berujung Bui di Polsek
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Ngatiri (33) mengakhiri aksi pencuriannya di dalam ruang tahanan, setelah mencuri uang dari kotak amal di 4 masjid dan 1 TPQ di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Unit Reskrim Polsek Turen menangkap pria asal Desa Sananrejo, Kecamatan Turen di rumahnya, Senin (7/10/2019). 

Aksi Nekat Pria di Malang 'Gerilya' Uang Kotak Amal 4 Masjid Raup 8,5 Juta, Berujung Bui di Polsek

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ngatiri (33) mengakhiri aksi pencuriannya di dalam ruang tahanan, setelah mencuri uang kotak amal di 4 masjid dan 1 TPQ  di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Unit Reskrim Polsek Turen menangkap pria asal Desa Sananrejo, Kecamatan Turen di rumahnya, Senin (7/10/2019).

Kanit Reskrim Polsek Turen Iptu Sholeh Mashudi menerangkan, modus tersangka ketika melancarkan aksinya, dengan masuk ke dalam Masjid dan berpura pura salat.

Kepergok Simpan Narkoba di Celana, Pria Surabaya Dibekuk Polisi di Malang, 8,77 Gram Sabu Disita

Rumah Bersejarah Bung Tomo di Malang Terancam Dibongkar, Pemkot: Oleh Ahli Waris Bung Tomo Dijual

Angkot Online di Kota Malang Akan Menggunakan Sistem Zonasi, Bayarnya Mulai Rp 3.500 Satu Zonasi

"Selanjutnya diam-diam menuju tempat kotak amal. Ketika melihat situasi sepi, tersangka langsung beraksi dengan mencongkel kotak amal mengambil uang yang berada di dalam kotak amal," ujar Sholeh ketika dikonfirmasi, Selasa (8/10/2019).

Sholeh menambahkan, pelaku mengaku memang melakukan pencurian di 4 masjid dan 1 TPQ di Desa Pagedangan Kecamatan Turen.

Pencurian uang kotak amal oleh tersangka dimulai di TPQ Nurul Huda pada 1 April 2019. Sholeh mengatakan kerugian ditaksir Rp 1 juta rupiah.

Aksi kriminal tersangka berlanjut pada 9 April 2019. Kali ini Ngatiri melakukan pencurian uang kotak amal di Masjid Al Falah. Di sana ia menggondol uang sebesar Rp 2 juta rupiah.

Tak puas, tersangka melanjutkan aksi pencurian uang kotak amal di Musala Nurul Iman. Akibat aksi tersangka, musala itu mengalami kerugian Rp 2,5 juta.

"Aksi tersangka tak berhenti di situ saja. Pada 5 Juli 2019 ia melakukan pencurian uang kotak amal di Musala Hayatul. Kerugiannya Rp 2 juta. Terakhir ia mencuri di Masjid Babusalam pada 20 September 2019. Di sana ia menggondol uang hingga masjid itu rugi Rp 1 juta rupiah," ungkap Sholeh.

Terungkapnya aksi pencurian kotak amal ini, berawal dari laporan pengurus Masjid dan Musala.

Mendapati laporan itu, polisi menindaklanjuti dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari keterangan saksi, akhirnya mengerucut pada tersangka.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat melakukan pencurian demi memenuhi kebutuhan hidup. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan 1 buah kotak amal Masjid Al-Falah dan 1 buah kotak amal Musala Nurul Iman.

"Setelah kami pastikan bahwa pencurinya adalah Ngatiri, akhirnya tersangka langsung kami tangkap di rumahnya. Dia mengakui aksi pencurian kotak amal tersebut. Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut," jelas Sholeh.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved