Gelar Workshop Energi Solarcell, Pemkot Surabaya Berharap Masyarakat Manfaatkan Energi Alternatif

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solarcell diberikan sebagai ilmu baru supaya masyarakat tidak bosan dalam melakukannya

Tayang:
Penulis: Mayang Essa | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Workshop pemanfaatan energi solarcell oleh Pemerintah Kota Surabaya lewat Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, Gedung Wanita Candra Kencana, Selasa (8/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mayang Essa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solarcell diberikan sebagai ilmu baru supaya masyarakat tidak bosan dalam melakukannya sebagai kegiatan sehari-hari. 

Sehingga, melalui pelatihan workshop ini diharapkan juga bisa menjadi stimulus dalam memanfaatkan energi alternatif. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris DKRTH Surabaya Ipong Wisnoe Wardhono dalam workshop yang digelar pada Selasa, (8/10/2019). 

"Harapan kami nanti para undangan bisa aktif menanyakan bagaimana cara kerja dan pembuatannya. Sehingga setelah mereka memahami dan kembali ke daerahnya bisa langsung melakukan prakteknya. Di sana, kami juga akan turut mendapingi demi terwujudnya program ini," paparnya.

LIVE: Pemkot Surabaya Selenggarakan Workshop Penggunaan Solarcell Bagi Masyarakat

Ipong menambahkan, hingga saat ini pemanfaatan solarcell telah dilakukan di tingkat pemerintah kota.

"Sudah dicoba di penerangan jalan umum (PJU). Oleh karena itu, saat ini perlu adanya pemanfaatan di masyarakat dengan segmen rumah tangga. Minimal nanti mereka bisa melakukan praktek di lampu rumahnya," imbuhnya. 

Terpisah, Dosen Teknik Elektro Universitas Widia Mandala Surabaya Diana Lestariningsih yang juga hadir sebagai narasumber dalam workshop menyampaikan bahwa pemanfaatan solarcell di tingkat masyarakat bisa dimulai untuk penerangan taman. 

“Karena kalau lampu taman dayanya 5 watt, mungkin butuh biaya sekitar Rp 500.000. Hatga segitu untuk satu kelurahan mungkin relatif masih terjangkau," paparnya. 

Kuasa Hukum Tri Susanti Minta Polda Jatim Segera Limpahkan Berkas ke Kejati Supaya Cepat Disidang

Selain itu, tidak hanya untuk masyarakat, pemanfaatan solarcell juga dapat digunakan untuk lampu DC rombong pedagang nasi goreng, tahu tek, dan lain sebagainya.

“Untuk pedagang yang berjualan itu, penerangan rombongnya kalau bisa menggunakan panel surya juga," imbuhnya. 

Sementara untuk rumah warga, bisa digunakan untuk pompa air. 

“Jadi tidak semua kebutuhan rumah tangga dipenuhi dengan solarcell. Selain pompa air, bisa untuk rice cooker, karena waktu untuk masak butuh daya besar tapi kalau untuk pemanasan saja bisa dicukupi dengan solarcell," imbuhnya. 

Diana menambahkan, melihat antusiasme masyarakat, pihaknya optimistis nantinya program baru ini dapat dikembangkan di kampung-kampung. "Ini juga merupakan peluang bagi mereka untuk mencoba energi terbarukan," imbuhnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved