Pengetahuan Lawyer Papan Atas Ruhut Sitompul 'Diragukan' Rocky Gerung, 'Berkaca lah Biar Pintar Kau'
Rocky Gerung meragukan kemampuan dan pengetahuan Ruhut Sitompul mengenai Hukum hingga beradu mulut. Simak selengkapnya!
Penulis: Elma Gloria Stevani | Editor: Januar
Rocky Gerung menuturkan sosok Richard Posner merupakan hakim agung di Amerika Serikat.
Tampaknya Rocky Gerung meragukan kemampuan dan pengetahuan Ruhut Sitompul mengenai Hukum.
"Dan dia adalah Hakim Agung di Amerika Serikat. Itu diucapkan juga oleh beliau. Jadi kalau anda merasa Lawyer papan atas, namun anda belum mengerti Richard Posner, bagi Richard Posner, anda adalah papan yang paling dangkal," tegas Rocky Gerung.
• Alasan Nikita Mirzani Nangis Saat Santunan di Sukabumi Dikuak, Curhat Soal Hamil Arkana Mawardi
• Pabrik Uang Barbie Kumalasari Sampai Miliki Saldo ATM Rp 3 Miliar, Dari Mana Saja?
• Gaya Seksi Vanessa Angel Pakai Bikini Dihujat, Geram dan Tantang Netizen, Coba Masuk Penjara, Yuk!
Entah menghina atau bukan, Ruhut Sitompul tampak emosi mendengar pernyataan Rocky Gerung.
Sambil tunjuk-tunjuk ke arah Rocky Gerung, politikus senior itu memberikan penjelasan untuk membungkam sang aktivis.
"Anak saya usia 14 tahun bacaannya lebih hebat dari kau ya Rocky!" tutur Ruhut Sitompul.
Kau nggak pernah ngaca. Jadi, ngomongnya sembarangan saja! Terima kasih Rocky," pungkas Ruhut Sitompul seraya tersenyum.
"Ya bagus," jawab Rocky Gerung.
"Jadi enggak usah bangga kau. Ini ada kaca, silahkan mengaca biar pintar kau. Kau tak pernah mengaca sehingga bicara sembarangan. Terima kasih Rocky Gerung," tegas Ruhut Sitompul dengan nada tinggi.
Sebagai pembawa acara, Andini Effendi merasa apa yang dibahas oleh Rocky Gerung dan Ruhut Sitompul sudah di luar tema dalam program acara.
Hingga pada akhirnya Andini Effendi meluruskan perdebatan Rocky Gerung dan Ruhut Sitompul.
"Ini bukan soal pribadi...ini tentang kenapa dia suka gak nyambung ngomong sama kita," tutur Andini Effendi.
Rocky Gerung mengungkapkan, di Perancis diajarkan mengenai logical fallacies dari SMP sehingga mereka bisa bantah-bantahan dengan anggota MPR, bukan serangan pribadi.
"Jadi sistem pendidikan kita menghindari ketajaman argumentasi dan dianggap tak sopan. Sopan santun itu bahasa tubuh bukan pemikiran. Pikiran yang disopan santukan itu artinya kemunafikan," tegas Rocky Gerung.