BEM Unej Melepas Menristekdikti dengan Aksi

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jember mendemo menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir saat berada di Universitas Jember

BEM Unej Melepas Menristekdikti dengan Aksi
sri wahyunik/surya
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jember mendemo menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir saat berada di Universitas Jember (Unej), Kamis (10/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jember mendemo menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir saat berada di Universitas Jember (Unej), Kamis (10/10/2019).

Hal ini terjadi setelah Nasir menghadiri acara soft launching gedung Integrated Labpratories, Auditorium, Agrotechnopark Unej di sisi utara double way Unej.

Setelah menghadiri peluncuran gedung yang dibangun dari dana pinjaman (loan) Islamic Development Bank (IsDB) itu, Nasir menemui mahasiswa perwakilan BEM Unej. Mereka melakukan audiensi.

Awalnya mahasiswa ingin menggelar aksi. Namun setelah ada negosiasi dengan pihak rektorat Unej, mahasiswa diberi waktu audiensi.

Mahasiswa meminta Menteri Nasir mencabut pernyataannya terkait ancaman kepada rektor yang menyuruh dan membiarkan mahasiswa melakukan aksi turun jalan.

M Rizal, Wakil Presiden BEM Unej mengatakan, pernyataan Nasir yang dilansir media menimbulkan pro kontra.

Mengaku Istri PNS Dinas Kesehatan, Wanita Sumenep Mengadu Ditinggal 4 Tahun Tanpa Dinafkahi

Gelaran Serba Serbi Manten Expo 2019 di Cito Surabaya Siapkan Paket Hemat Serta Mewah

Ngaku Tim Buser, Pria di Blitar Rampas Ponsel Gadis, Gagal Kabur Naik Pesawat

"Pernyataan bapak menimbulkan pro dan kontra. Pernyataan itu mendiskreditkan mental dan idealisme di tubuh mahasiswa," ujar Rizal.

Dalam audiensi itu, Nasir menegaskan dirinya tidak pernah memberi pernyataan pelarangan mahasiswa turun jalan.

"Itu hak anda, mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Namun dalam koridor akademis, saya sarankan untuk prosedur dialogis yang dilalui dulu. Apalagi di kampus ada rektor, silahkan bikin forum dialog atas hal-hal yang disuarakan," ujar Nasir.

Setelah audiensi mahasiswa memaksa Nasir membuat pernyataan tertulis di atas pernyataan mahasiswa. Namun Nasir menolaknya. Nasir merasa tidak pernah menyatakan seperti yang dituduhkan mahasiswa.

"Sedangkan soal tuntutan terkait jatuhnya korban itu ranah penegak hukum," tegas Nasir.

Nasir akhirnya meninggalkan mahasiswa. Mahasiswa pun meneriakkan rasa kekecewaan mereka.

"Kami kecewa karena menteri tidak memberi jawaban jelas dan tegas kepada kami," tegas Rizal.

Akhirnya mahasiswa membentangkan sejumlah poster. Poster itu antara lain bertuliskan "kami lawan pembungkaman", juga "menolak tindakan represif menteri Ristekdikti". (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved