Breaking News:

Cegah Korban Investasi Bodong dan Penipuan Pinjaman Online, Warga Gresik Dilatih Trading Yang Aman

Banyaknya korban investasi ilegal dan pinjaman online atau financial technology (fintech), untuk itu Rachmad Rofik, warga Gresik

istimewa
Rachmad Rofik foto bersama peserta pelatihan pengusaha valas, di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, Minggu (13/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Banyaknya korban investasi ilegal dan pinjaman online atau financial technology (fintech), untuk itu Rachmad Rofik, pendiri sebuah usaha trading mengajak masyarakat Gresik untuk tidak terjebak dalam investasi online bodong dan fintech.

Rofik yang aktif di trading foreign exchange (forex) mengatakan, perkembangan teknologi, banyak investor yang sembarangan menyerahkan atau menitipkan dananya ke perusahaan investasi yang menjanjikan profit tinggi. Kemudian, masyarakat juga dimudahkan adanya pinjaman online atau fintech yang akhirnya membebani masyarakat.

Dari banyaknya modus penipuan secara teknologi internet tersebut, Rofik mengajak masyarakat Gresik pinter berinvestasi dan berwirausaha mandiri serta aman. Namun, biasanya masyarakat mudah tergiur dengan investasi sedikit tapi profit tinggi.

"Ini penyakit masyarakat kita yang harus kita bantu. WISEFX.co.id dan PPVA.my.id selaku lembaga pendidikan forex nasional mengingatkan masyarakat untuk lebih jeli berinvestasi di forex, agar tidak terjebak ke dalam investasi bodong. Seperti fintech," kata Rofik founder WISEFX.co.id dan PPVA.my.id, saat pelatihan di markas DPC PDIP Gresik, Mingggu (13/10/2019).

Nestlé DANCOW FortiGro Ajak Orang Tua Siapkan Fisik dan Semangat Anak Untuk Siap Sekolah

Warga Gresik Deklarasikan Jogo Gresik Bersama Polisi dan Kodim 0817, Serukan Sejumlah Tagar

Ikatan Apoteker Indonesia Raih Rekor MURI Edukasi Pengenalan Obat Kepada Siswa SD Terbanyak

Rofik yang juga relawan Barkod Jokowi menjelaskan bahwa baru-baru ini masyarakat digemparkan dengan kasus pialang Guardian Capital Group (GCG) Asia ilegal dan merugikan banyak warga Indonesia. Selain itu, kasus serupa juga dialami oleh salah seorang artis nasional.

"Masyarakat diminta harus paham dan mengenal seluk beluk forex terlebih dahulu sebelum berinvestasi, literasi keuangan dibidang ini masih jarang dilakukan, bahkan tidak ada materinya di Perguruan Tinggi secara spesifik dan praktis," katanya kepada Tribunjatim.com.

Rofik menegaskan untuk menghindari investasi forex bodong, para investor sebaiknya mendalami ilmu dasar forex terlebih dahulu. Disamping itu juga ada pondasi psikologi trading yang harus ditingkatkan secara lurus dan benar terlebih dahulu.

“Sekarang ini, ada beberapa lembaga pendidikan forex yang cukup kredibel jika ingin belajar dengan benar, salah satunya PPVA. Pasif inkam dari forex itu mudah dan sederhana asal mau belajar di tempat yang benar,” imbuhnya.

Seperti yang diungkapkan, Miftahul Hadi dan Agus Faruq peserta pelatihan pengusaha valas mengatakan bahwa dengan pelatihan ini bisa memanfaatkan waktu untuk berinvestasi dan tidak terjebak dalam investasi bodong.

“Di PPVA, saya belajar pegang akun sendiri, uang tidak dititip ke pihak lain. PPVA juga lembaga pendidikan yang mengajarkan cara yang benar untuk memiliki kegiatan sampingan, namun bisa menjadi sumber penghasilan utama. Semoga lebih banyak lagi masyarakat bisa diselamatkan dari penipuan investasi," kata Miftahul. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved