Warga Gresik Deklarasikan Jogo Gresik Bersama Polisi dan Kodim 0817, Serukan Sejumlah Tagar

Warga Kabupaten Gresik yang tengah menikmati hari car free day di depan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) ikut mendeklarasikan Jogo Gresik.

Warga Gresik Deklarasikan Jogo Gresik Bersama Polisi dan Kodim 0817, Serukan Sejumlah Tagar
SURYA.CO.ID/WILLY ABRAHAM
Warga Gresik ramai-ramai Jogo Gresik di Jalan Agung Suprapto, Minggu (13/10/2019) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga Kabupaten Gresik yang tengah menikmati hari car free day di depan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) ikut mendeklarasikan Jogo Gresik. Bersama Polisi dan Kodim 0817 mereka tumplek blek di Jalan Agung Suprapto, Minggu (13/10/2019) pagi.

Acara yang dikemas dengan senam dan bernyanyi bersama itu turut dihadiri sekitar 5 ribu onthelis para pecinta sepeda kuno dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tidak luput penampilan memukau dari polisi cilik.

Sejumlah tagar #TolakKerusuhan, #Kitasemuabersaudara, dan #Jogo Gresik disematkan. Seluruh elemen masyarakat yang hadir sepakat menjaga Gresik dari kabar bohong atau berita hoax yang banyak ditemui di media sosial.

"Mari bersama menjaga lingkungan agar tetap kondusif dan aman," terang Kasatlantas Polres Gresik, AKP Erika Purwana Putra.

Ada 22.250 Orang di Gresik Dicoret Kepesertaan BPJS Kesehatan, Dinsos Sebut Sudah Tak Miskin Lagi

Baznas Bagikan Ratusan Ekor Kambing pada Peternak Duafa di Desa Kertosono Gresik

Selain mengenalkan tiga tagline itu, acara juga dikemas dengan mengedukasi masyarakat agar tertib berlalu-lintas di jalan raya.

Menurut mantan Kasatlantas Polres Pasuruan ini mengimbau masyarakat agar diteliti terlebih dahulu saat menerima informasi dari media sosial atau kiriman dari grup WhatsAapp (WA).

Nah, informasi itu cukup dilihat kemudian di cek untuk memastikan kebenarannya. Sehingga tidak ditelan mentah-mentah apalagi langsung dibagikan kepada yang lain.

"Disaring dulu benar atau tidak informasinya jangan langsung dibagikan," pungkas Erika.

Sementara itu, Nanda Puspitasari tidak menampik bahwa saat berselancar di dunia maya terutama saat membuka medsos masih ada sejumlah informasi yang kurang benar. Menurut dara berusia 22 tahun itu, gambar dari luar negeri kemudian diedit seolah-olah terjadi di Indonesia.

"Biasanya ada gambar kejahatan di luar, terus captionya seperti terjadi di dalam negeri. Kalau di instagram biasanya langsung saya laporkan disitu kan sudah ada," ujar warga Randuagung ini.

Lanjut Nanda, acara pagi ini bermanfaat sekali. Sebab masih ada saja orang yang mudah percaya berita hoax kemudian dibagikan begitu saja.

"Paling banyak di grup WA sih," tutupnya sambil tertawa.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved