Impor di Jawa Timur Pada September 2019 Mengalami Kenaikan Dibandingkan Periode Sebelumnya

Nilai impor Jawa Timur pada bulan September 2019 mencapai USD 1,93 miliar atau naik sebesar 5,15 persen dibandingkan Agustus.

Impor di Jawa Timur Pada September 2019 Mengalami Kenaikan Dibandingkan Periode Sebelumnya
ISTIMEWA
Ilustrasi ekspor impor - Impor di Jawa Timur Pada September 2019 Mengalami Kenaikan Dibandingkan Periode Sebelumnya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nilai impor Jawa Timur pada bulan September 2019 mencapai USD 1,93 miliar atau naik sebesar 5,15 persen dibandingkan Agustus.

Data angka tersebut berarti impor Jatim pada September 2019 mengalami penurunan 3,25 persen dibandingkan September 2018.

Teguh Pramono selaku Kepala Badan Pusat Statistik Jatim mengatakan, kenaikan Impor Jawa Timur pada bulan September 2019 di sebabkan karena kinerja impor nonmigas maupun sektor migas yang sama-sama mengalami kenaikan.

lmpor nonmigas September 2019 mencapai USD 1,55 miliar atau naik 1,58 persen dibandingkan Agustus," kata Teguh kepada TribunJatim.com dan Harian Surya. Selasa (15/10/2019) di Kantor BPS Jatim Jalan Raya Kendang Sari Surabaya.

Ekspor di Jawa Timur Periode September 2019 Mengalami Penurunan, Berikut Penjelasan BPS Jatim

Jawa Timur Ekspor Pakan Ternak Capai 300 Ton ke Timor Leste, Dikirim Lewat Pelabuhan Tanjung Perak

Nilai impor nonmigas tersebut naik sebesar 0,49 persen dibanding September 2018.

Sedangkan lmpor migas September 2019, dikatakan Teguh, sebesar USD 382,72 juta atau naik sebesar 22,58 persen dibanding Agustus.

"Angka Impor tersebut dibandingkan September 2018 maka nilainya turun sebesar 15,94 persen," tambahnya

Golongan barang utama impor nonmigas bulan September 2019 adalah golongan Besi dan Baja (HS 72) berikutnya golongan barang Mesin-mesin Pesawat Mekanik (HS 84) dan golongan barang Plastik dan Barang dari Plastik (HS 39).

"Golongan Besi dan Baja (HS 72) pada September 2019 punya nilai impor sebesar USD 200,30 juta, berikutnya golongan barang Mesin-mesin Pesawat Mekanik (HS 84) USD 175,71 juta dan golongan barang Plastik dan Barang dari Plastik (HS 39) sebesar USD 123,00 Juta," jelasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved