Breaking News:

Padamkan Kebakaran Gunung Arjuno, Pemprov Jatim Kerahkan Heli Water Bombing

kebakaran hutan dan lahan(Karhutla)di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo yang merupakan jalur pendakian menuju Gunung Arjuno

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Titik api kebakaran hutan Gunung Arjuno mengepulkan asap difoto mengunakan metode self timer dari kawasan Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Jumat (11/10/2019). Kebakaran hutan Gunung Arjuno yang sejak empat hari meluas hingga masuk kawasan Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dan belum bisa dipadamkan. 

 Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jatim mengerahkan Heli Water Bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo yang merupakan jalur pendakian menuju Gunung Arjuno.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, titik api berada di Blok Pusuk Lembu, Desa Toyomarto, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dengan mengerahkan Water Bombing ini bisa menjangkau titik api yang berada di kawasan Curah Sriti yang memiliki medan yang terjal, sehingga pemadaman api sulit dilakukan sulit secara manual.

Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui termasuk luasan lahan yang terbakar.

"Medannya sulit untuk ditembus jika ingin dipadamkan secara manual menggunakan tenaga manusia. Titik api berada di ketinggian 2.300 mdpl dengan kemiringan mencapai 70 derajat," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (16/10/2019).

Pengerahan Heli Water Bombing, lanjut Khofifah, telah dilakukan sejak Selasa (15/10/2019) menggunakan Helikopter Mi-8 milik BNPB yang lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh.

Namun upaya tersebut terkendala akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

"Sudah berangkat (Heli Water Bombing) kemarin (15/10/2019) setelah 30 menit terbang evaluasi medan akhirnya ditarik kembali karena cuacanya berawan sehingga tidak tembus titik hotspot," lanjut Mantan Menteri Sosial ini.

Untuk itu, hari Rabu (16/10/2019) mulai pukul 06.30 WIB, Khofifah menjelaskan Heli Water Bombing sudah bergerak lagi ke titik api.

1400 Polisi di Jawa Timur Dilibatkan untuk Pengamanan Pelantikan Presiden

Munculnya Titik Api Baru, BPBD Jatim Gunakan Water Bombing untuk Padamkan Kebakaran Gunung Arjuno

Seperti diketahui kebakaran hutan di Kawasan Gunung Arjuno terjadi mulai Jumat 11 Oktober 2019, lalu.

Sedikitnya terdapat dua titik api yang terpantau di area Gunung Mujur, Blok Curah Banteng dan wilayah Curah Sriti, Blok Pusuk Lembu, Gunung Arjuno, Karangploso, Kabupaten Malang.

Saat ini titik api diketahui kembali muncul di wilayah Curah Sriti, Blok Pusuk Lembu dan masih berusaha dipadamkan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved