UPDATE Suami Bakar Istri di Surabaya, Lokasi Pelaku Terlacak, Permintaan Ibu Korban hingga Motifnya

Berikut update terbaru kasus suami bakar istri di kawasan Ketintang Baru, Gayungan, Surabaya.

UPDATE Suami Bakar Istri di Surabaya, Lokasi Pelaku Terlacak, Permintaan Ibu Korban hingga Motifnya
TRIBUNJATIM.COM
Kasus suami bakar istri di Ketintang Surabaya, begini update terbarunya 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut update terbaru kasus suami bakar istri di kawasan Ketintang Baru, Gayungan, Surabaya.

Putri dibakar oleh suaminya sendiri yakni Purwanto di kamar mereka.

Peristiwa suami bakar istri ini terjadi di sebuah kamar kos, kawasan Ketintang Baru, Gayungan, Surabaya, Selasa (15/10/2019).

Pasangan yang merupakan pengantin baru ini padahal baru saja mengarungi bahtera rumah tangga selama 1,5 bulan.

Kejadian Sebenarnya Suami Bakar Istri Versi Mertua, Api Menyala di Kepala, Tabiat Purwanto Terkuak

Simak informasi selengkapnya:

1. Polisi Temukan Lokasi Pelaku yang Sempat Kabur

Pengejaran terhadap Purwanto, pelaku pembakar istrinya sendiri di kawasan Gayungan, Surabaya langsung dilakukan.

Unit Reskrim Polsek Gayungan akhirnya terus melakukan pengejaran terhadap Purwanto warga Batangan, Pati, Jateng.

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Hedjen Oktianto mengungkapkan, pasca membakar tubuh istrinya di kamar kos, 'D Kost', pelaku ternyata langsung melarikan diri.

"Setelah terjadi kebakaran terlapor melarikan diri menggunakan sepeda motor," katanya pada TribunJatim.com, Selasa (15/10/2019).

Polisi segera lacak dengan cepat ponsel pelaku dengan cara tracking.

Menurut laporan terbaru, lokasi terakhir ponsel Purwanto telah diketahui yakni aktif berada di kawasan Sepanjang, Sidoarjo.

"Sedang ponsel dimatikan, terakhir posisi ponsel hidup di Sepanjang," ujar Hedjen Oktianto.

Foto Purwanto dan Putri - Kronologi kekerasan rumah tangga yang berujung suami membakar istri di kamar kos, 'D Kost', Jalan Ketintang Baru II A No 3A, RT 1 RW 2, Ketintang, Gayungan, Surabaya, selasa (15/10/2019).
Foto Purwanto dan Putri - Kronologi kekerasan rumah tangga yang berujung suami membakar istri di kamar kos, 'D Kost', Jalan Ketintang Baru II A No 3A, RT 1 RW 2, Ketintang, Gayungan, Surabaya, selasa (15/10/2019). (TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI)

2. Permintaan Ibu Korban

Jika sebelumnya diketahui bahwa korban ternyata datang bersama ibu dan anaknya, ternyata sang ibu sempat memberikan permintaan terakhir kepada Putri.

Permintaan tersebut adalah agar korban pulang ke Tuban dan tinggal sementara di sana.

Sumiyati mengatakan, setiap hari anak semata wayangnya tinggal bertiga dengan suami dan seorang bayi perempuan di Ketintang.

Sementara Sumiyati tinggal di Ploso Surabaya.

Saat berada di rumah Ploso Surabaya, Sumiyati meminta anaknya untuk tinggal sementara waktu di rumah mereka di Parengan Tuban.

Putri pun bersedia menuruti permintaan ibunya.

"Soalnya mereka (Putri dan Purwanto) tengkar, niatnya saya bawa pulang ke Tuban tapi tidak bawa baju ke Ploso," kata Sumiyati.

Hingga kemudian, Sumiyati mengantar anak dan cucunya ke kos Ketintang.

Polisi melakukan olah TKP suami bakar istri hidup-hidup di sebuah kosan di Gayungan, Surabaya, Selasa (15/10/2019).
Polisi melakukan olah TKP suami bakar istri hidup-hidup di sebuah kosan di Gayungan, Surabaya, Selasa (15/10/2019). (TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI)

3. Motif

Ibu kandung korban pembakaran di Ketintang Baru II Surabaya, Sumiyati (40) memastikan kejadian yang menimpa anak tunggalnya Putri Nalurita (19) dikarenakan masalah rumah tangga.

Saat itu Sumiyati menemani anak dan cucunya berkemas untuk pulang sementara ke Tuban.

Namun, anak tunggalnya sempat adu mulut dengan suaminya Purianto (47) di Kamar Kos Ketintang Baru II Surabaya.

"Saya dengar anak saya teriak "mama", saya lihat api sudah membakar anak saya," kata Sumiyati di IGD RSUD Dr Soetomo, Selasa (15/10/2019).

Sumiyati menduga peristiwa tersebut sudah direncanakan menantunya, sebab saat ia mengantar anak dan cucunya sudah melihat menantu seperti menunggu kedatangan mereka.

Sesaat kemudian ia melihat linmas dan polisi berada di kos anaknya, dari sanalah Sumiyati kemudian membawa anaknya ke RSUD Dr Soetomo.

Tak Sadarnya Emak Lamongan Ada Pria Tawari Batu Permata Murah, Nurut Saat Isi ATM Dikuras 36,5 Juta

FAKTA Lengkap Suami Bakar Istri di Surabaya, Detik-detik Putri Menjerit & Pekerjaan Purwanto Terkuak
FAKTA Lengkap Suami Bakar Istri di Surabaya, Detik-detik Putri Menjerit & Pekerjaan Purwanto Terkuak (TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI)

4. Kronologi

Purwanto dan Putri adalah pengantin baru.

Saksi mata yang merupakan penjaga kos, Heri Suwardoyo mengungkap kronologi peristiwa tersebut.

Dijelaskannya sekitar pukul 08.00 WIB, di dalam kosan bernomor tiga itu semula hanya ada Purwanto.

Tak berselang lama, Putri datang bersama seorang anak perempuannya yang berusia tiga tahun.

Mereka datang dengan niat mengambil pakaian.

RSUD dr Soetomo Tangani 20 Pasien Luka Bakar Tiap Bulannya, Prosedur Perawatan Sesuai Penyebab Luka

Putri disebut pergi ke rumah orang tuanya, namun tak pamit ke Purwanto.

"Kemarin istrinya pergi ke rumah orang tuanya gak pamit," kata Heru pada awak media di lokasi.

Selain anak perempuannya, Putri datang juga ditemani ibunya, yang sekaligus mertua Purwanto.

"Lalu tadi ke sini mau ambil barang barang ditemani sama ibunya," ujarnya.

Namun tak diduga, terjadilah percekcokan di dalam kosan berukuran 3 meter x 5 meter itu antara Purwanto dan Putri.

"Cekcoknya ya ada di dalam, mertuanya sekalian juga ada di dalam. Ya nggak terlalu bentak-bentak karena ada mertuanya," jelasnya.

Heri yang saat itu sedang sibuk membersihkan area lorong di depan enam kamar kosan yang saling berhadap-hadapan, sempat melihat mertua Purwanto berjalan keluar dari kosan menuju area parkir.

Cerita Sebenarnya Suami Bakar Istri di Surabaya, Kesaksian Penjaga Kos Jadi Data Penting Kejadian?

Setahu Heri, mertua Purwanto sedang menelepon mobil jemputan yang bakal membawa mereka pergi.

"Mereka datang mau pisahan, kesini mau kemasi barang-barang, terus ibunya keluar telepon, pesan travel," terang pria berkacamata itu.

Tak lama berselang, terdengar suara jeritan Putri dari dalam kosan tersebut.

"Terus dari dalam ada yang teriak-teriak 'terbakar terbakar'," jelas pria barkaus merah itu.

Heri saat itu, langsung terjingkat dan berlari mendekat ke kamar kosan tersebut.

Ternyata ia melihat api sudah membakar kasur matras berukuran 2 x 2 meter itu begitu hebatnya.

Dan sepintas ia melihat, Putri berlari ke halaman luar.

"Aku nggak sempat pegang, saya repot dengan api. Saya padamkan dan saya sirami. Korbannya (istri pelaku) disiram, nggak tahu bensin atau air apa," jelasnya.

"Suaminya bawa motor saya kabur. Skydrive itu kan emang sering dipinjam-pinjam nggak tau kemana," tambahnya.

Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran (ISTIMEWA)

5. Kondisi Putri

Sementara itu, saksi mata lainnya yang tinggal di samping Purwanto, Santi (27) menuturkan melihat korban berteriak kepanasan lalu duduk di halaman kos.

"Dari sini (rambut) ke tangan sudah melepuh semua, dia pakai kaus dan celana hitam panjang," katanya.

"Sampai sini duduk minta tolong di sini, masih kebakar dan keluar asap," lanjutnya.

IGD (Instalasi Gawat Darurat) Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya
IGD (Instalasi Gawat Darurat) Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya. (TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA)

Sementara itu, Wakapolsek Gayungan AKP Widiyantoro menuturkan, korban sempat di evakuasi oleh warga sekitar menggunakan becak ke Rumah Sakit Islam Jalan Wonokromo.

Namun tak lama kemudian korban dirujuk ke RSUD Dr Soetomo untuk dirawat intensif.

"Tadi dibawa pakai becak ke RSI tapi karena alatnya ga ada katanya informasinya sekarang dirujuk ke RSUD Soetomo," jelasnya. (Luhur Pambudi, Nurika Annisa/Tribunjatim.com)

Penulis: Ignatia
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved