Makna Batik Bagi Pemiliknya dalam Pameran ‘Batik Kesayangan'Komunitas Batik Jawa Timur.
Komunitas Batik Jawa Timur (KIBAS) menggelar pameran bertajuk ‘Batik Kesayangan’ di Galeri Paviliun House of Sampoerna mulai 17 Oktober - 9 November
Penulis: Mayang Essa | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mayang Essa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komunitas Batik Jawa Timur (KIBAS) menggelar pameran bertajuk ‘Batik Kesayangan’ di Galeri Paviliun House of Sampoerna mulai 17 Oktober - 9 November 2019.
Menggandeng 30 kolektor batik dari berbagai daerah di Indonesia, Komunitas Batik Jawa Timur turut memperingati 10 tahun ekshibisi dengan konsep berbeda.
Lintu, Ketua Komunitas Batik Jawa Timur mengatakan, ekshibisi ke 10 ini tidak hanya mengenalkan tentang batik tetapi nilai dan kesan yang terkandung bagi pemiliknya.
“Konsep ini tidak hanya mengedukasi tentang ragam dan motif batik, tetapi dikemas dengan berbeda dengan mengajak kolektor mengenalkan batik koleksi pribadinya selanjutnya bagaimana mereka menilainya sangat istimewa,” tuturnya, Rabu (16/10/2019).
(Batik Song Song Asal Madiun, Upaya Melestarikan Sejarah dan Mengembalikan Kearifan Lokal)
Latar belakang menjadi batik begitu berharga bagi para kolektonya.
Hal itu yang disampaikan oleh Thalca Hamid, Salah satu anggota KIBAS yang memiliki batik dengan usia 80 tahun.
“Alasannya dari sosok ibu saya yang selalu memakai baju tradisional kala itu dengan motif pekalongan, yang paling unik yaitu cara mendapatkannya pada tahun 50 an batik yang berasal dari Belanda ini dilelang,” paparnya.
Dirinya mengklaim, Batik dengan dominasi warna merah ini merupakan salah satu batik khas belada yang sedang diburuh.
(Kisah Yuliati, Penggagas Kelompok Perajin Batik di Malang, Gerilya & Ajari Korban KDRT Membatik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pameran-batik-kesayangan-galeri-paviliun-house-of-sampoerna.jpg)