3 Bulan Rancang Smart Wireless Stethoscop, Mahasiswa UMS Raih Medali Emas Kejuaraan Internasional

Mahasiswa UMS meraih medali emas dan best award pada International Feederation of Inventor's Association 2019 untuk inovasi Smart Wireless Stethoscop.

3 Bulan Rancang Smart Wireless Stethoscop, Mahasiswa UMS Raih Medali Emas Kejuaraan Internasional
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya meraih medali emas dan best award pada International Feederation of Inventor's Association 2019 untuk inovasi Smart Wireless Stethoscop. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya meraih medali emas dan best award pada International Federation of Inventor's Association 2019 untuk inovasi Smart Wireless Stethoscop.

Butuh waktu tiga bulan untuk Iham Muhammad Kevin, Ali Mustofa, Ainun Nadya Hapsari, Adelita Vega Dwi Putri dan Clevia Revi Maretha, menciptakan inovasi tersebut.

Stetoskop berteknologi wireless itu berbentuk oval dengan audio yang dapat dihubungkan dengan speaker.

"Cara kerjanya dilengkapi bluetooth, cukup ditempelkan di dada dan disambungkan ke sound," kata Ali Mustofa, Minggu (20/10/2019).

Mahasiswa UMS Menginovasikan Alat Pendeteksi Jantung Portabel Dilengkapi Wireless, Simak!

2.243 Mahasiswa Baru UM Surabaya Bermain Game Pengenalan Kampus, Mampu Sabet Rekor MURI

Melalui alat tersebut, Ali dan kelompoknya dapat mendeteksi suara jantung normal maupun tidak normal secara bersama-sama.

"Kalau suara jantung normal S1 S2 suaranya lup dup lup dup seperti memompa-mengeluarkan, kalau suara jantung tidak normal S3 S4 ada suara tambahan, tidak teratur dan suara seperti tapal kuda. Suaranya dep dep, atau suara mengi juga terdeteksi," papar Ali.

Sementara itu, Kevin mengatakan, selama tiga bulan ia dan kelompoknya berusaha mengoptimalkan hasil audio dari alat tersebut.

Basic sebagai mahasiswa kedokteran membuat mereka sempat kesulitan merangkai komponen alat stetoskop portabel itu.

Beberapa komponen alat tersebut yaitu membran stetoskop, mic condenser untuk menangkap suara jantung dan paru, penyetara suara dengan low pass filter dan conecting charger.

"Kami bikin sejak tiga bulan, kesulitannya basic anak Fakultas Kedokteran jadi kesulitan merangkai alatnya kemudian suara jantung ini lemah untuk deteksi speaker jadi menambahkan amplifier," kata Kevin.

Meski telah meraih medali emas di ajang internasional, mereka akan mengembangkan inovasinya dengan menambahkan beberapa komponen lain.

"Kami mendapatkan medali mas dan best award nantinya akan menambah lcd untuk mengetahui berapa jumlah suara jantung normal," tutup Kevin.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved