Gubernur Khofifah Takziah ke Rumah Korban Meninggal Puting Beliung di Kota Batu
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa takziah ke rumah duka, almarhum Sadik (67), di Desa Gunungsari, Kec. Bumiaji Kota Batu
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa takziah ke rumah duka, almarhum Sadik (67), di Dusun Talang Rejo, Desa Gunungsari, Kec. Bumiaji Kota Batu, Senin (21/10/2019) siang.
Sadik sendiri merupakan satu korban meninggal akibat angin puting belung di Kecamatan Bumiaji pada Minggu (20/10/2019).
Sadik yang saat itu berada di hutan tertimpa pohon tumbang yang ada di kawasan tersebut.
"Kami mengucapkan bela sungkawa, semoga khusnul khotimah. Semua keluarga bisa diberikan keikhlasan. Dan senantiasa mengirimkan doa terbaik untuk almarhum," kata Gubernur Khofifah pada istri almarhum Sadik, Ngatini.
(HUT Jawa Timur ke-74, Khofifah Indar Parawansa Wujudkan Sustainable Development di Jatim)
Ngatini mengaku tidak mendapatkan firasat apapun sebelum suaminya meninggal dunia.
Di hari suaminya wafat, Ngatini mengatakan bahwa seperti biasa Sadik salat subuh dan tidak memberikan firasat apapun untuk keluarga.
"Tidak ada firasat. Kami keluarga berusaha ikhlas," kata Ngatini.
Sadik wafat tertimpa pohon dengan diameter sekitar satu meter. Ia tertimpa pohon yang sebenarnya dalam kondisi sehat dan bukan pohon yang ringkih.
Saat takziah, Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan dan santunan.
Sebagaimana diketahui, angin kencang melanda Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada Sabtu malam (19/10/2019) sekira pukul 23.30 WIB.
Sampai pada hari Minggu, 20 Oktober 2019 angin masih berhembus kencang.
Seluruh wilayah Desa Sumberbrantas hampir seluruhnya lumpuh.
(Ancaman Angin Kencang Jelang Pancaroba, BPBD Kota Malang Imbau Warga Lakukan Mitigasi)
Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum.
Hingga saat ini listrik masih padam dan mengganggu jaringan komunikasi.
Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, fenomena angin kencang umumnya terjadi beberapa minggu/dasarian sebelum memasuki Musim Hujan.