Teknologi Terus Berkembang, Wagub Emil Dardak Minta Start Up Tidak Lupakan Core Business

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak meminta kepada para start up tidak hanya sekadar fokus pada teknologi digital saja.

ISTIMEWA
Wagub Jatim, Emil Dardak saat membuka Start Up Festival 2019 di Grand City Mall Surabaya, Kamis (24/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak meminta kepada para start up tidak hanya sekadar fokus pada teknologi digital saja, namun juga harus memperhatikan core business seperti kualitas produk atau jasa itu sendiri.

Dengan itu, produk yang dihasilkan akan dapat bertahan lama dan memiliki daya saing.

“Jangan lupa memikirkan kualitas produk dan core business kita. Kualitas produk dan jasa serta layanan kita itu penting. Kita ingin ekosistem start up besar bukan karena bakar uang, misal cuma punya 10 klien tidak masalah, tapi diseriusi dan terus berbenah apa yang bisa dibenahi,” kata Emil saat membuka Start Up Festival 2019 di Grand City Mall Surabaya, Kamis (24/10/2019).

Buka Start Up Festival 2019 Jawa Timur, Wagub Jatim : Start Up Inisiatif Baru Dalam Dunia Bisnis

Menurutnya, start up adalah suatu inisiatif baru, yang mencerminkan kebaruan, progresif, dan thinking outsite the box.

“Jadi digital adalah keniscayaan tapi tujuan utamanya adalah core bisnisnya. Jadi bisa saja start up digital platformnya memanfaatkan yang lain misal gojek. Jadi bukan berarti start up tidak bisa bersinergi dengan yang sudah ada, misal gojek sendiri juga bisa melahirkan start up,” katanya.

Sementara di sisi lain, mantan Bupati Trenggalek itu menuturkan, bahwa untuk mengembangkan suatu produk UKM dan IKM bisa memanfaatkan jasa tenaga ahli.

Misal urusan packaging, marketing, grafik desain, atau pembukuan bisa dikerjakan oleh konsultan yang membidangi tanpa harus merekrut pegawai di bidang tersebut.

Ada 30 Pelaku Usaha & 28 Booth dari Jatim Ikut Start Up Festival 2019 di Grand City Surabaya

Karena bila mengurusi packaging, sembari mengurusi pemasaran dan kualitas, seringkali menjadi tidak fokus.

Emil mengatakan, trend freelancer saat ini sedang berkembang apalagi saat ini era gig economy. Dimana orang bisa bekerja untuk lebih dari satu klien. Ditambah problem ketenagakerjaan  sekarang adalah mencocokkan tenaga kerja dan perusahaan. Maka yang dicari perusahaan sekarang adalah jasa profesional.

“Untuk itu di Millenial Job Center (MJC) kami membantu mencarikan klien pertama bagi para talenta yang telah mendapat bimbingan dari mentor. Selain itu di MJC kami juga mengajarkan soal kemampuan komunikasi dengan klien serta disiplin diri karena seorang freelancer butuh disiplin diri. Seperti jangan mengerjakan pekerjaan mepet deadline karena hasilnya akan tidak bagus,” pungkasnya. 

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved