Penyelidikan Atap SDN Gentong Pasuruan Terus Bergulir, Polisi Soroti 3 Hal Ini

Polisi terus mengusut insiden ambruknya atap empat bangunan kelas UPT SDN Gentong, Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan ambruk, Selasa (5/11/2019)

Penyelidikan Atap SDN Gentong Pasuruan Terus Bergulir, Polisi Soroti 3 Hal Ini
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Atap empat kelas SDN Gentong, di Jalan Kyai Sepuh No 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, ambruk, Selasa (5/11/2019) pagi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polisi terus mengusut insiden ambruknya atap empat bangunan kelas UPT SDN Gentong, Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan ambruk, Selasa (5/11/2019) kemarin.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, ada tiga hal penting yang disoroti oleh Tim Labfor Polda Jatim.

Pertama. Konstruksi bangunan yang ambruk.

Kedua. Material yang digunakan membangun konstruksi.

Ketiga. Konteks kejadian ambruknya konstruksi atap bangunan.

Barung menjelaskan, dari tiga aspek tersebut, penyidik mendapati suatu temuan bahwa terdapat ketidaksesuaian spesifikasi material yang digunakan dalam menyusun konstruki bangunan atap.

"Misalnya material yang seharusnya A, tetapi material yang terjadi B," katanya pada awakmedia di ruangannya, rabu (6/11/2019).

Isak Tangis Orang Tua Korban Ambruknya Atap SDN Gentong Kota Pasuruan Sambut Rombongan Guru Takziah

Percobaan Penculikan Siswi Madrasah Sidoarjo, Pelaku Diduga Lebih Dari Satu, Bawa Motor dan Mobil

Berkunjung ke Surabaya, Wakil Wali Kota Fukuoka Jepang Undang Risma ke APCS 2020

"Struktur bangunan yang seharusnya kokoh tidak, lapuk sekali. Artinya, dalam kondisi itu harusnya pemasangan itu harusnya kokoh," jelasnya.

Mendapati temuan tersebut, ungkap Barung, pihaknya melalui penyidik Polresta Pasuruan akan memeriksa pihak yang bertanggungjawab atas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan gedung tersebut.

"Sedangkan saksi sudah kita ambil di TKP. Guru-guru sudah kami periksa, kemudian orangtua yang menyaksikan sudah, pelaksana belum," jelasnya.

Barung mengakui proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Pihaknya enggan menduga-duga tentang penyebab ambruknya konstruksi bangunan, hingga proses penyelidikan rampung.

"Tunggu, nanti akan saya buka hasil labfor, kalau sudah ada perbandingan perencana pelaksanaan," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved