PNM Targetkan Kucurkan Pembiayaan Lima Triliun Lagi

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cukup optmistis dapat mencapai target penyaluran kredit tahun ini. Yang mana, hingga Desember mendatang PNM

PNM Targetkan Kucurkan Pembiayaan Lima Triliun Lagi
ahmad Zaimul Haq/suraya
PEMBIAYAAN MODAL KERJA - EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki (ketiga kanan) menerima secara simbolik pembiayaan modal kerja (PMK) dari Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati (tengah) disaksikan Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah Kokok Alun Akbar (kanan), dan Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur Harmanta (ketiga kiri) saat seremonial Business Matching Festival Ekonomi Syariah 2019 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/11/2019). PNM menerima pembiayaan modal kerja (PMK) dari Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BCA Syariah dan Bank DKI Syariah dengan akad mudharabah sebesar 1.7 triliun yang akan disalurkan untuk pembiayaan UMKM melalui unit layanan modal mikro (ULaMM) dan lembaga pimbiayaan membina ekonomi keluarga sejahtera (Mekaar). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cukup optmistis dapat mencapai target penyaluran kredit tahun ini. Yang mana, hingga Desember mendatang PNM menargetkan dapat menyalurkan kredit hingga Rp5 triliun lagi.

Hal ini disampaikan oleh Sunar Basuki, EVP Keuangan dan Operasional PNM.

”Target kami, masih ada Rp5 triliun sampai dengan Desember,” kata Sunar kepada jurnalis ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (7/11/2019).

Untuk diketahui, pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meningkat setiap tahun. Sampai Oktober 2019, pembiayaan PNM meningkat 77,11 persen menjadi Rp 18,52 triliun.

Sebagai rincian, pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp 3,1 triliun hingga Oktober 2019 atau turun 0,81 persen dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun.

Sedangkan pembiayaan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) hingga Oktober 2019 sebesar Rp 15,35 triliun atau tumbuh 111,44 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 7,2 triliun.

Upaya penyaluran pembiayaan tersebut di antaranya diberikan di Surabaya di hari yang sama. Bertajuk ”Pembiayaan Modal Kerja Akad Mudharabah untuk Mendukung Kegiatan Penyaluran Pembiayaan UMKM Melalui Produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Lembaga Pembiayaan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar)” ini bernilai Rp1,7 triliun.

” Penyaluran pembiayaan 1,7 triliun tersebut menjadi bagian dari target kami,” katanya kepada Tribunjatim.com.

Jadwal Konser dan Fan Meeting Artis Korea November 2019 di Indonesia, Sung Hoon hingga DAY6, Cek!

Anggota TNI AL Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik, POMAL Surabaya Masih Selidiki

Penyebab Anjloknya KA Wijayakusuma Relasi Surabaya Gubeng-Cilacap Masih Belum Diketahui

Pihaknya mengakui bahwa Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang menjadi penopang penyerapan pembiayaan.

”Jawa Timur masuk peringkat lima besar dan tertinggi kedua setelah Jawa Barat,” ujar Sunar tanpa menyebut detail angka pembiayaan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved