Profil-Biodata Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR yang Pimpin Rapat dengan Menhan Prabowo Subianto

Curi perhatian, berikut profil-biodata Meutya Hafid, ketua Komisi I DPR RI yang pimpin dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Profil-Biodata Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR yang Pimpin Rapat dengan Menhan Prabowo Subianto
DPR-RI
Profil-Biodata Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR yang Pimpin Rapat dengan Menhan Prabowo Subianto 

Di bawah kepemimpinannya, mitra kerja Meutya Hafid mulai dari Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berserta kepala staf, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Kepada Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan, Menteri Komunikasi dan Informasi Johni G Plate.

Tak hanya itu, mitra kerja Komisi I juga adalah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas); Badan Keamanan Laut (Bakamla), Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat,  Komisi Informasi Pusat (KI Pusat), Lembaga Sensor Film (LSF) dan Perum LKBN Antara.

Anggota Dewan yang juga mantan jurnalis Meutya Hafid menghadiri sidang bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).  (TRIBUN/DANY PERMANA)
Anggota Dewan yang juga mantan jurnalis Meutya Hafid menghadiri sidang bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014). (TRIBUN/DANY PERMANA) ()

Meutya Hafid memimpin 47 anggota Komisi I dari berbagai partai politik serta 4 wakil ketua Komisi I.

Sebenarnya Meutya Hafid bukan nama yang asing lagi bagi dunia pers tanah air.

Kiprahnya saat menjadi wartawan terbilang sangat mengagumkan.

Profil-Biodata Sugianto Sabran, Gubernur Kalteng yang Viral Gara-gara Aksi Lempar Botol di Stadion

Utamanya dia ditugaskan meliput langsung sejumlah perang di berbagai dunia.

Pada 18 Februari 2005, Meutya diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang bertugas di perang Irak.

Dia akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005.

Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri yaitu "168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak".

Presiden SBY kala itu menghadiri langsung peluncuran bukunya.

Halaman
1234
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved