Pemkab Tulungagung Siapkan Dana Rp 2,26 Miliar untuk Pasar Darurat Pedagang Pasar Ngunut
Dana itu untuk memodifikasi Pasar Hewan Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, lokasi pasar darurat bagi para pedagang korban kebakaran.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung menyiapkan dana Rp 2,26 miliar untuk pasar darurat, para pedagang Pasar Ngunut yang terbakar.
Dana itu untuk memodifikasi Pasar Hewan Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, lokasi pasar darurat bagi para pedagang korban kebakaran.
Alokasi yang bersumber dari dana darurat ini sudah ditetapkan oleh bupati.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah, ada sejumlah pengerjaan yang dilakukan rekanan.
Antara lain memasang atap los untuk jualan, dan melakukan pengurukan.
• Pedagang Pasar Ngunut Tulungagung yang Kiosnya Selamat dari Kebakaran Mulai Kembali Berjualan
• 522 Pedagang Pasar Ngunut Tulungagung yang Terdampak Kebakaran Direlokasi ke Pasar Hewan Kaliwungu
“Tapi tanpa dinding lo. Tempat jualannya juga ada pengerasan,” terang Imroatul Mufidah, Jumat (15/11/2019).
Sementara tambatan sapi tetap dipertahankan.
Patok-patok besi itu justru dimanfaatkan untuk sekat antar los.
Rekanan diberi waktu 2 kali 7 hari untuk menyiapkan pasar darurat ini.

“Kalau belum selesai, maka akan diperpanjang lagi dua kali tujuh hari. Jadi butuh waktu satu bulan untuk persiapan,” sambung Imroatul Mufidah.
Sedangkan untuk membangun pasar baru, dibutuhkan dana sekitar Rp 36 miliar.
Imroatul Mufidah mengaku masih mengusahakan dana itu ke Kementerian Perdagangan, Kementrian PUPR, dan Gubernur Jawa Timur.
• Calo CPNS Dilaporkan Ada di Kediri dan Tulungagung, BKD Ancam Pecat PNS yang Main-main
• 5 Aplikasi Online untuk Kompres Foto agar Bisa Unggah Berkas Syarat CPNS 2019 di Laman SSCASN
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyiapkan bantuan keuangan (BK), sekurangnya setengah dari dana yang dibutuhkan untuk membangun kembali Pasar Ngunut.
“Nantinya dana pembangunan sharing dengan APBD Kabupaten Tulungagung,” ujar Imroatul Mufidah.
Disperindagsar Kabupaten Tulungagung sudah menerima desain Pasar Ngunut yang baru.

Masih menurut Imroatul Mufidah, Pasar Ngunut nantinya dibangun sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Salah satu pasar SNI di Jawa Timur adalah Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang.
“Dibangun tinggi mirip hanggar,” ujarnya, mengacu pada bangunan baru di sisi barat pasar yang selamat dari kobaran api.
• Kepala Sekolah Penerima DAK Fisik di Tulungagung Resah Diserbu Wartawan Bodrek, Ujungnya Minta Uang
• Khofifah Imbau Hati-Hati Penipuan Seleksi CPNS 2019, Arahkan Ikuti Alur Pendaftaran Website Resmi
Pasar akan menerapkan prinsip higienis, sehingga tidak kumuh seperti sebelumnya.
Imroatul Mufidah menegaskan, Pasar Ngunut yang baru tetap dibangun di lokasi yang lama.
Hal ini diutarakan untuk menepis isu, Pasar Ngunut akan dipindah ke bekas Pabrik Gula Kunir.
Sebelumnya Pemkab Tulungagung telah mendata 522 pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Ngunut.
Sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 miliar. (David Yohanes)
Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com: